Pendidikan Pemuda-Pemudi

PendidikanPemuda Pemudi, pemuda pemudi yang seperti apakah yang kita butuhkan terutama di kalangan anak muda, janganpun untuk pemuda pemudi diusia muda bahkan mendidik anak diusia dini pun itu sangat penting (education is importen), tapi pendidikan seperti apakah yang kita butuhkan, kita inginkan dinegeri ini, negeri yang punya pendiduk, lebih 250 juta penduduk dinegeri ini, apakah negeri ini hanyalah negeri “selembar keretas”, kenapa selembar keretas, selembar keretas disini mereka hanyak dihasilkan dengan selembar lulus cukup untuk membawa selembar keretas ijasah nanti lulusnya.


Nelson Mandala : “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia”

Seseorang yang dulu pernah menjabat sebagai peresiden Afrika berkulit hitam ini dan pernah meraih nobel perdamaian di tahun 1933, kata seorang beliau Pendidika adalah senjata ampuh untuk mengubah dunia, memang benar tetapi sistem pendidikan itu yang salah untuk mengubah manusia.
 
Terlalu banyak kekhawatiran dinegeri ini, khawatir kenapa?, khawatir disini dimana nantinya pendidikan (education) Cuma hanya dipake bukan untuk supaya terdidik dalam dirinya, tetapi dipake untuk masa-masa yang sia-sia, tetapi disni wajar bagi anak-anak sekolah dasar (elementary hight school) masih mindsetnya punya jiwa ke anak-anakan, lanjut ketingkat sekolah menengah pertama (Junior Hight School), yah wajar dimana semua anak ingin mencoba hal yang baru, lanjut lagi ke tingkat pendidikan sekolah menengah atas (Senior Hight School) disinilah anak-anak akan mencari ketertarikannya dibidang apa jurusannya maupun jurusan lain, di pendidikan ini, dan banyak anak diindonesia yang mengenyam pendidian SD, SMP dan SMA tetapi yang masuk dalam perguruan tinggi di indonesia hanyalah orang-orang terpilih, mereka harus menjadi lebih baik (be better) setelah pendidikan SMP jadilah mereka MAHASISWA.


MAHA disini artinya punya nilai (value) tinggi bisadi artikan punya kepedulian besar, moral, akhlak, cinta, tau hal yang baik dan tau mana hal yang buruk, penampilan, dan juga punya kesopanan yang luar bisa.
SISWA disini artinya adalah siswa, pelajar yang punya pendidikan luhur dibanding anak-anak yang diluar sana, yang tidak bisa mengenyam perguruan tinggi diindonesia, karena hanyalah beberapa orang yang bisa mengenyam pendidikan S1 diindonesia.


Terkadang saya ingin sedikit memutar otak atau mindset saya untuk berfikir lebih dalam dan menyelami ke dalaman tersebut dan mempublikasikannya atau mengucapkan didepannya dengan hati yang penuh kelembutan dan kesabaran dan mampu merubah setiap orang dalam berfikir, tatapi itu hanya imajinasi ku saja, entah kenapa rasanya hati ini sangat berat untuk bergerak, untuk turun ke jalan untuk peduli sesama, dan juga untuk berbicara dengan orang-orang yang ekstrim, terhadap pengalaman (experience) nya dan kehidupannya.

Tidak semua beranggapan MahaSiswa itu punya nilai tinggi, punya moral tinggi, punya adab tinggi, punya keperibadian tinggi, tatapi saya percaya Allah memberikan terbaik untuk negeri ini, kalau dilihat dengan segi yang detail, kongkrit dan jelas semua pasti akan terlihat, busuk, keji, akademisi biadab, puas, kekuasaan, hancur, damai, akademis, malas, soleh dan solehah.

Disinilah mereka dioleh, disinilah mereka dibentuk, disinilah mereka diproses, disinilah mereka dicampur aduk dengan wadah yang bernama universitas, mereka punya latar belakang berbeda, punya kebisaaan berbeda, punya kelakuan berbeda, punya keasikan yang berbeda, punya cara juang yang berbeda dan penduduk yang bukan ditempat itu saja, orang timur, papua, ambon, jawa, Madura, ternate, sunda, Surabaya dan banyak nian rupa yang didalamnya orang-orang yang punya pengalaman yang berbeda, ada yang biasa dan ada yang luar biasa.

Melihat pendidikan pemuda pemudi sedemikian jelas, nyata dan sesuai realita, jaman berubah sedemikian kencang dan modern begelimpangan di dalam kehidupan manusia nilai-nilai budaya, agama entah kemana, luntur semua ditelan jaman hingga fasion eropa.

Dulu dan sekarang sangatlah berbeda, dulu mendapatkan pendidikan sekolah dasar (Elementary Hight School) itu amat penting hingga SMP dan SMA, jaman dulu pendidikan SMA mudah didengan mendapatkan pekerjaan, hingga lulus dari SMA pun langsung bisa menerima lowongan atau pekerjaan, dan dulu yang masuk perguruan tinggi itu amat jarang bagi orang-orang melinkan perguruan tinggi amat penditing dikalangan orang jaman dulu S1.


Albert Einstein : “Kuliah kamar yang banyak besar, tetapi jumlah anak muda yang harus benar, setelah kebenaran dan keadilan kecil.


Artinya pernyataan dari seorang ilmuan ini yang abad ke 20 yang menemukan teori relativitas m=c kuadrat, ini menjelaskan pendidikan punya (banyak peralatn) full interior, mewah, dan juga asrama besar, tetapi dalam jumlah semua adak muda yang diajarkan harus benar (jujur) itu sedikit, melainkan kebenaran dan keadilan itu sangat kecil.
Tetapi sekarang S1 untuk negeri kita ibarat tidak istimewa lagi, tidak punya nilai luhur lagi dan tindak punya nilai ke sadaran lagi, apalagi semakin kedepan S1 hanyalah ibarat SMA yang jaman dulu, sekarangpun SMA sudah ditelan oleh jaman, jaman dimana manusia ditelah oleh jaman, mereka acuh dengan kesadaran mereka, merekapun tak peduli dengan watunya, hingga waktunya dipake untuk sia-sia diusia masa mudanya.

Saya percaya bahwa setiap orang punya cerita, pengalaman peribadi maupun yang non pribadi, dan saya percaya sebodoh bodohnya orang punya potensi atau superioritas didalam tubuhnya karena Allah menciptakan manusia bukan untuk disiasiakan Allah ibarat mencaiptakan kita sel-sel air mani dan sel tersebut menjadilah darah dan darah menjadikan segumpal daging dan jadilah manusia, saya yakin sebodoh-bodohnya orang tetapi orang itu bodoh, pasti punya ketertarian dan kreatifitas yang tinggi dibanding dengan orang-orang cerdas, karena Allah menciptakan kita tidak membekali kita dengan apa-apa, tetapi yang salah manusianya, manusinya tidak mau mencari, mencari ketertarikan sehingga dapat menembangkan keteritrikan tersebut dengan adanya mencari, prosess, berproses.

Tanamkan didalam dirikalian proses, proses mencari, saya yakin duduk dibangku kuliah tidak semua orang dijurusan punya fasion masing-masing, paling diantara semua jurusan hanya 4% yang bisa menemukan fasionnya dalam dunianya sendiri, fesion itu susah kawan, kalau kita tidak didasari dengan adanya proses mencari.

Pemuda-Pemudi semoga kita sekeras kerasnya kita, sesangar sangarnya kita sebengis bengisnya kita sepintar-pintarnya kita, seilmuan-ilmuannya kita,, sebrengsek-brengseknya kita, sebejad bejadnya kita, kita harus punya nilai kemanusiaan kepada manusia disekitar, saling membantu antara saudara, disiplin terhadap waktu, dan satu lagi hormati orang yang lebih tua dari mu, tetapi saya juga suka berfikir kembali otak suka bertanya-tanya orang tua yang kayak gimana yang harus dihormati?
Dinegeri ini kerap kali kita salah menapikan presepi dalam kehidupan, kehidupan yang amat luas tanah hingga langit dan lautan hingga daratan, sulit untuk memahami kehidupan ini, pasti tarkadang timbulnya si Pro dan timbulnya si Kontra, dua inilah yang selalu menjadi pelengkap (complement) kehidupan.

Ok, terimakasih yah untuk para blogger semoga kita menjadi pemuda-pemudi yang punya nilai jujur dalam diri kita dan punya akhlaktullkarimah dalam setiap diri kita, semoga renungan kali ini bisa menjadi dorongan untuk kita, supaya kita bisa melihat lebih jelas dalam kehidupan disekitar kita, semoga artikel ini bermanfaat utuk semuanya.


Comments

Popular Posts