Ribuan Kesempatan
RIBUAN KESEMPATAN
Sudah
lama jarang untuk menuangkan sejenak ide-ide yang terpendam dalam maindset atau
pikiran ini, karena masih disibukan dengan kuliah, dan tugas tiada henti selalu
menghampiri setiap hari, etah itu tugas apa menjadi suatu kuwajiban untuk kami
sebagai akademisi, untuk tongkat menunjang suatu ke lulusan kami nanti saat di
wisuda, allhamdullilah ada kesempatan atau waktu kosong untuk menulis di media
elektronik ini hanya ingin berbagi tentang ide-ide yang terpendam dalam
pikiran-pikiran ini.
Dalam
artikel entah yang keberapa artikel saya terbitkan atau publis ke media social
atau dishare untuk berbagi bersama kawan-kawan yang kenal ataupun tidak kenal
di media social seperti twitter, line, facebook, blogspot dan lain-lain, sesi
dalam artikel ini kita membahas berapa banyak kesempatan dalam hidup ini, mesti
kesempatan itu hanya ibarat sekecil biji markisa ataupun buah naga, tetapi
kesempatan itu pasti sebagai indicator untuk mencapai suatu hal yang bisa
kerjaakan.
Percaya
deh pasti didunia ini banyak nya kesempatan untuk menjadi suatu hal untuk
dikerjakan, tetapi kadang kita tidak yakin untuk kesempatan itu, entah itu
memandang sabagai hal yang kecil, ataupun sepele dalam melihat kesempatan itu,
saya yakin setiap manusia dibumi ini yang lahir pasti sudah ditakdirkan untuk
mempunyai suatu bekal untuk yang dicapai, entah itu pekerjaan, jodoh, musibah
dan kematian, bekal untuk kita sesudah kita lahir ke bumi oleh Allah SWT.
Tetapi
bila kesempatan (oportunity) ini manusia layaknya tau waduhh, nanti bisa malah
ke enakan atau happy melihat bekal merek, malah mereka tidak halnya untuk
bersusaha dalam mencapai bekal mereka dan malah menjadi hal yang instan untuk
di capai dan bila Allah SWT atau tuhan kita melihat atau membuka
bungkus-bungkus kesempatan dimuka bumi ini pasti manusia akan enah halnya dalam
menggapi sautu kesempatan itu, mesti harus itu Allah SWT harus mengenskapsulasi
(membungkus) kesempatan itu dalam pandangan mata kita.
Haqull
yakin deh didunia ini Allah SWT menebarkan rizki yang tiada batas akhirnya dan
tidak ada yang namanya pengangguran, tatapi bila manusai diam saja atau icing
wae dalam bahasa sundanya, tidak ingin
mencari atau berusaha ikhtiar dan berdoa, useless (percuma) tidak ada
hasil dalam usahanya, karena hidup ini hanyalah ikhtiar-ikhtira dan ikhtiar dan
yang memberi hasil hanyalah Allah SWT yang memberikan hasil, tidak perlu
menjadi sarjana bila seseorang tidak punya uang untuk sekolah, bukannya saya
medoktirin anda tidak harus sekolah, tetapi banyak hal yang tidak mungkin
dimengerti setiap manusia.
Mustahil
bila mana manusia mengerti hal tersebut, contohnya mentri kelautan ibu Tutu
Puji Hastuti, bila mana melihat dari sosok beliau autobiografi beliau beliau
hanya lulusan SD atau SMP sala lupa lagi, tetapi dengan kerja keras, ikhtiar,
berbakti, hobby, doa dan keyakinan semangat militant beliau bisa mengantarkan
beliau sebagai mentri perikanan di Indonesia ini, bukan saya menyingkirkan anda
tidak berpendidikan, pendidikan penting tetapi bila mana pendidikan hanya
sebagai alat main atau wadah untuk menampung orang-orang akadimisi untuk
mengolah menjadi orang yang berguna atau berfungsi, paling beberapa halnya yang
menjadi.
Toh
banyak sekarang orang berpendidikan tetapi pendidikan itu hanyalah sekedar
tempat singgah mereka, tetapi mereka bila kontemplasi lebih dalam dalam melihat
halnya kebawah mereka inssaallah pendidikan pasti halnya digunakan untuk suatu
hal yang menjadi mengembangkan kemampuan mereka dan superioritas (kemampuan)
mereka.
Dan
ketika banyak orang yang takut karena dunia ini semakin kompetitif dan semakin
canggih, dan MEA (Masyarakat Ekonomi Asen) menjadi pasar bebas untuk bersaing
dalam halnya mencari suatu pekerjaan atau hal yang bisa menjadi aktifitas kita
atau produksifitas kita, kenapa harus takut, jangan gentar ini hanyalah masalah
keyakinan, insaallah pekerjaan ataupun kita tidak bekerjapun bisa membuka
produktifitas-produktifitas hal yang menjadi suatu hal kemampuan kita untuk
bisa menghasilkan pekerjaan tersebut.
Ilmu
itu anugrah dari Allah SWT, ilmu itu heterogen (berbagai ragam dan macam) yang
diberikan oleh Allah SWT artinya ilmu ini mencakup luas tiada ada batasnya,
entah itu dalam bidang teknologi, geologi, astronomi, matematika, kimia,
fisika, hukum, komunikasi, sastra, biologi dan ilmu-ilmu lainnya yang tiada ada
batasnya dan mustahil bila mana manusia menguasai bidang ilmu-ilmu lainnya dan
manusia pasti halnya mempunyai minus dan plusnya atau disebut kekurangan dan
kelebihan.
Tetapi
tidak semua ilmu ini tau mana yang menjadi suatu passion (hobby) manusia yang
dimilikinya yaitu hanya ada satu metodologi mencapai passion ini, ikhtiar atau
berusaha mencari berproses hingga menemukan jati darinya atau suatu
keahliannya, dan keahlian tersebut menjadi hal preogratif (istimewa) manusia
untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan menjadi suatu anugrah dari Allah
SWT.
Tetapi
banyak orang sekarang gengsi dalam melakukan hal-hal kecil yang bersifat
nilainya kecil, dan salah satunya dalam hidup ini, hidup ini hanyalah sederhana
yang tidak sederhana itu gengsi kita, terkadang gengsi yang selalu terdepan
ingin menjadi langsung naik ke atas padahal berhitungpunpun mulai dari nilai 0
hingga melampaui kapasitas nya, bisa mungkin terliunan dan membeludak,
begitupun dengan penulis.
Akhiri
kata dalam artikel “Ribuan Kesempatan” ini semoga kita menjadi tidak memandang
dengan kaca mata kita sebagai persaingan ataupun hal-hal yang membuat kita ciut
untuk berikhtiar dan berdoa, percaya atau tidak tuhan kita itu Allah SWT, rindu
akan doa umatnya, ingin mendengar dari ucapan mulutnya, seberapa dan seberapa
lama mereka sabar dalam menunggu doa tersebut, doa itu terkadang hal yang tidak
sadar untuk disadari, tetapi kita sering kali menjadikan keberhasilan itu suatu
usaha kita , padahal Allah SWT segala hal penentu dimuka bumi ini, semoga
bermafaat.

Comments
Post a Comment