Presisi Orang Berilmu
Sekarang
kita membahas artikel tentang orang yang berilmu, atau “presisi orang yangberilmu” artinya apa ? artinya orang
yang berilmu akan mempunyai jiwa presisi (ketelitian) terhadap ilmunya,
karena orang tersebut menilai dengan pengetahuan (insight/knowledge) ilmunya
dan berbagai pengalamaya (experience).
Orang
berilmu bukan orang yang membodohi dirinya sendiri apa lagi membodohoi orang
lain, terkadang sering kita menyalahgunakan ilmu kita dengan membodohi orang
lain, dan orang lainpun mempunyai keterbatasan artinya dia dibodohi dengan ilmu
yang apa diajarkan oleh orang berilmu itu, bukan ilmunya yang menyesatkan
melainkan orangnya yang kurang ilmu kebiadaban, tetapi bila kepepet tidak
apa-apa kan melainkan menjadi medium penghindar bagi kita yang di ganggu oleh
ketidaknyamanan kita.
Saya
yakin seyakin-yakinnya ada banyak orang yang menilai entah itu orang lain
ataupun diri sendiri atapun apa yang menjadi pertimbangan untuk kita nilai itu
dengan alakader pengetahuan kita terhadap objek tersebut, dan orang itu
menganggap objek tersebutpun mengkeritik hal yang sepele untuk di keritik,
percayalah kawan-kawan apa yang kita nilai itu apapun itu, masih ada banyak hal
yang belum kita tahu apa yang menjadi bahan penilaian kita terhadap objek
tersebut (objek disini bebas).
Setiap
sisi semua didunia mempunyai dua sisi yan pertama adalah positif dan negatif,
hal yang bersifat positif tentu ada kebaikannya setiap dalam objek tersebut
atau ada keuntungannya dan disisi lain negatif pasti ada buruknya dan inilah
dua kata yang mempunyai arti yang berbeda, tetapi melengkapi di alam semesta.
Menurut
penulis sih orang yang bener-bener berilmu, artinya ilmu pengetahuan yang luas
tidak hanya dibidang itu-itu saja, melainkan masuk ke beberapa ilmulainnya terutama
dan paling utama ilmu agama yang sifatnya universal, pasti orang tersebut
presisi terhadap kemampuan menilainya dan kemampuan meneropong dari sisi
melihat orang tersebut dan sehingga bisa menelaah dan memahami secara detail
tanpa mengeritik secara mentah-mentah dan tidak mempunya nilai paedah.
Kadang
sih penulis juga suka dikit-dikit suka mengkeritik, apalagi mengkeritik para
ajudan politisi para polisi para aparatur negara dan kepada pemerintah padahal
keritikan kita itu harusnya tau kondisi dulu apa yang harus dikeritik, sehingga
apa yang kita keritik itu menjadi suatu pertimbangan sebelum kita belum
mengkeritik, kenapa ini bisa terjadi?, kenapa ini bisa begini? Dan kapan,
bagaimana, dan siapa, terus tanyakan supaya kita bisa tau apa yang mejadi pertimbangan
kita untuk dikeritik.
Semoga
bangsa kita bisa mengendalikan (management) dalam dirinya masing-masing supaya
bisa mengendalikan hawa nafsu kita, dan sudut hawa nafsu itu selalu menjadi
atmosfir ruang untuk kita semangat tanpa kendali atau adanya rem dalam diri
kita, sehingga kita over protectifve (cepat marah dan garang terhadap apa-apa)
Sekarang
perkembangan ade-ade semakin berkembang apalagi di negara-negara eropa dan
amerika, sebutlah di negara orang-orang bule, mereka terus mencari hal-hal yang
berisifat menggali ilmu terbaru dan menjadi bahan riset setiap harinya untuk
nantinya menjadi alat pertimbangan di masa depan, penulis juga sih tidak tau
masa depan itu seperti apa?
Tetapi
according to author (menurut penulis/pengarang) masa depan itu tempatnya nanti
ketika kita mati, mati terhadap jasad kita dan pindah ke dimensi lain yang
mustahil para profesor atau peneliti menemukan tempat itu, dan semua sudah
dirancang dengan kecanggihan yang melibihi teknologi dunia dan semua alat
terapan di dunia, dan semua hanya ada dalam rancangan Allah SWT yang merancang
itu semuah.
Kita
hanyalah manusia biasa yang entah ukurannya bila di ukur berapa panjang kali
tingginya kita bukan apa-apa, kita hanya sekumpulan partikel (grid) yang
hinggap di alam semesta dan mewarnainya, tetapi adapun pula juga yang
merusaknya, semoga kita bisa merawat dan merawat lagi bumi ini dengan penuh
rasa cinta dan kasing sayang, mohon keritik dan sarannya.
Dan
balajarlah teliti dengan ilmu kita akan teliti dan semakin banyak ilmu insaallah
manusiapun akan semakin presisi (teliti) ibarat kita ingin berpergian ke suatu
tempat dan tempatnya itu sangat gelap gulita tidak ada suatu cahaya penerangan
untuk menuju pergi kesana tetapi dengan adanya penerangan hanya memakai suatu
lilin untuk menuju kejalan sana kita bisa melihat dengan cahaya lilin itu
(begitupun ilmu tidak terlihat dan ilmu itu cahaya) dan bila mana kita
mengganti dengan hal yang lain untuk lebih terang supaya bisa menuju kesana
mekai lampu sesudah lampu dan begitupun penerangan yang lebih berkualitas lagi
sehingga bisa melihat jalan yang di tuju dan teliti serta hati-hati untuk
menuju kesana.
Maha
suci Allah SWT yang telah menciptakan alam ilmumuh terlalu amat luas bagaikan
lautan ataukah lebih dari itu, dan ilmu mu sangat amat pariatif semua itu
keagungan mu yang diturunkan ke dunia ini untuk ilmu mu harus dipelajari dengan
amat benar-benar tidak dengan sesuatu yang buruk.
Ilmu
mu tidak terlihat sungguh tidak terlihat dan keagungan mu sangat besar nikmat
mupun amat luas maafkanlah dengan kelalaian kami manusia-manusia dimuka bumi
ini kami ini hanyalah makhluk lemah (doif) (weakness) dalam melihat segala hal,
pekerjaan kami hanyalah mayoritas merusak lupa dengan alam untuk dijaga dan di
lindungi dan di rawat, ampunilah tuhan sang maha semesta sesungguhnya ampunanmu
ada setiap saat terkadang kita yang lupa dengan kebengisan dan keejian kita
yang terombang ambing oleh nafsu yang sangat membabi buta.
Ilmu
mu adalah adalah akses pasilitas dan anugrah yang sangat luar biasa untuk kami
reguk untuk bekal kami didunia supaya hati-hati untuk berjalan dan melangkah di
muka bumi ini semua dengan ilmu akan terlihat indah dan terfilosofi.

Comments
Post a Comment