Ada Surga dirumah Mu
Coba
tebak, apakah ada surga dirumah mu ?, tentu ada pastilah sangat dekat dan
mengapa kita sibuk mencari yang jauh ?, memang ada yaitu kedua orang tua kita,
atau ibu dan ayah kita 2 orang inilah bagaikan sayap burung kiri dan kanan.
Dan
saya menulis “Ada Surga dirumah Mu” ini terinspirasi oleh salah satu film yang
berjudul “Ada Surga dirumah Mu” dan tak hanya film, film ini juga terinspirasi
dari buku best seller ada surga dirumah mu karya ustadz Alhabsyi, film ini yang
inspiratif bagi siapapun karena kicentaan anaknya kepada ibunya melebihi kepada
keinginannya atau cita-citanya kata ibu dan ayahnya, nak kamu harus jadi ustad,
tapi setiap perjalanan selalu membawa hal yang baik, anakpun itu mengobrol
dengan salah satu pemeran sebagai pimpinan pondok pesantren pak ustadz Alhabsy,
nak setiap ridho Allah ada pada kedua orang tua, dan setiap murka Allah ada
pada kedua orang tua, kata sang ustadz “percuma kalau keinginan mu tidak yang
diharapkan oleh orang tua mu, pasti ada indikasi kepada orang tua mu, dan
sebaliknya kalau orang tua mu menginginkan mu seperti yang diinginkan
turutkanlah, dan semua pasti ada kaitannya dengan keinginan mu, karna rencana
Allah itu indah, jangan sekali-kali menyakiti orang tua mu”
Dan
saya menulis “Ada Surga dirumah Mu” ini terinspirasi oleh salah satu film yang
berjudul “Ada Surga dirumah Mu” dan tak hanya film, film ini juga terinspirasi
dari buku best seller ada surga dirumah mu karya ustadz Alhabsyi, film ini yang
inspiratif bagi siapapun karena kicentaan anaknya kepada ibunya melebihi kepada
keinginannya atau cita-citanya kata ibu dan ayahnya, nak kamu harus jadi ustad,
tapi setiap perjalanan selalu membawa hal yang baik, anakpun itu mengobrol
dengan salah satu pemeran sebagai pimpinan pondok pesantren pak ustadz Alhabsy,
nak setiap ridho Allah ada pada kedua orang tua, dan setiap murka Allah ada
pada kedua orang tua, kata sang ustadz “percuma kalau keinginan mu tidak yang
diharapkan oleh orang tua mu, pasti ada indikasi kepada orang tua mu, dan
sebaliknya kalau orang tua mu menginginkan mu seperti yang diinginkan
turutkanlah, dan semua pasti ada kaitannya dengan keinginan mu, karna rencana
Allah itu indah, jangan sekali-kali menyakiti orang tua mu”
Dan
siapakah anak itu yang berperan sebagai pemeran utama dalam mencinta ibunya,
namanya Ramadhan (Husein Alatas) dia terpaksa harus berpisah dengan kedua orang
tuanya ketika ayahnya atau Abuya (Budi Khairul) dan seorang ibu atau Umi (Elma
Theana) mengirimkannya kesebuah pondok pesantren (mahad) yang dipimpin oleh
ustadz Athar (Ahmad Al Habsyi) hidup jauh dari orang tuanya dan tak membuat
kenakalan Ramdhan berkurang akibat ia sering dihukum ustadz Athar, diantaranya
melakukan dakwah dikuburan dan ditempat-tempat yang ramai sperti pasar, orang
banyak, dan adapun ditempat semi atau hening, Hukuman ini terpaksa mereka
jalani meskipun menghadapi celaan, hina bahkan terkadang ancaman. Dan Ramadhan
selalu dabar akan menghadapi celaan, hinaan ataupun ancaman atau intimidasi
orang sekitar, disisi lainpun adanya perempuan-perempuan hebat yang menghapiri
kepada Ramadhan yaitu nina septiani dan zee Shahab, kedua perempuan ini
menimbulkan adanya rasa perhatian kepada seorang anak yang cinta akan orang
tuanya terutama pada ibunya, dan menimbulkan adanya kecemburuan terhadap
Ramadhan, dan setelah seorang anak ini adanya ditawari bermain casting mencadi
peran aktris dijakarta Ramadhan merantau ke ibu kota bersama dua temannya yang
selalu menjadi back bonenya Ramadhan kepada cita-citanya menjadi seorang
aktris, setelah sampai dijakarta ramdhan bersama temannya telah tiba ditempat
pendaftaran casting menjadi seorang actor dalam bela diri mungin dia bisa
terkenal (famous) meniti karirnya disuthing pertama, tapi pas Ramadhan daftar
film utama taka da budgetnya ditunda menjadi 3 hari lagi tampilnya film
tersebut, mau tidak mau Ramadhan bersama temannya harus mencari tempat
penginapan salah satunya dimesjid rumah Allah, diapun tak hanya menginap
dimesjid bersama temannya melainkan menjadi marbot selama 3 hari mengajar
anak-anak,mencuci akrpet masjid, membersihkan WC masjid, membersihkan kaca
masjid sampai menjadi imam masjid dimesjid tersebut, pas hari ke duanya
Ramadhan menelpon ibunya yang dirumah, ibunya ternyata sedang dakit dirumah dan
Ramadhan pun tidak tenang dengan suasana tidurnya selama selamaman atau tidak
nenyak dan selalu bermimpi akan ibunya, dan dipun ke esokaan harinya memutuskan
untuk pulang ke rumahnya yang berada dipalembang, pas tiba dirumah langsung
mencium tangannya seorang ibu dan meminta doa restu ke pada sang ibu, Abuya dan
Umi ingin Ramadhan menjadi seorang ustadz, tetapi disisi lain Ramadhan ingin
menjadi seorang aktris, dan itu semua Allah padaukan dengan ustadz yang selalu
eksis di televis
Dan
tak lama kemudian Ramadhan dengan ceramahnya yang brilliant setiap menyampaikan
nyapun penuh alunan yang cepat paham kepada sang khalayak, dan punya karismatik
yang berbeda dengan penceramah-penceramh yang lainnya, sering Ramadhan
dipanggil dan sering adanya mendapat tawaran di televise nasional untuk
membawakan ceramah atau tausiah kepada televise yang menyaksikan atau kepada
langsung yang menghadiri, dan Allah selalu memberikan kepada umatnya dan tidak
salah Allah memberikan kepada seorang Anak ini, malah lebih baik dan lebih
manfaat di bandingkan dengan menjadi aktris yang biasa, ketika Ramadhan ingin
menjadi aktris dan Umi dan Abuya ingin anak menjadi seorang ustadz, maka Allah
memberikan semuanya karna ustadz bisa juga menjadi tontonan di televise atau
aktris pemabawa tausiah, dibanding dengan aktris biasa yang hanya tenar saja
dimata sinetron,.
Semoga
kisah ini menginspirasi anda dan sekitarnya yang membaca artikel ini dan semoga
kita menjadikan orang tua kita sebagai kunci pertama mandapatkan apa yang kita
inginkan dan menjadi ridhonya dan ridho Allah SWT, mohon maaf kalau ada
kata-kata yang kurang sopan dan menyampaikannya kurang tidak mudah dipahami
mohon maaf kami juga masih tahap pembelajaran, semoga bermanfaat
Comments
Post a Comment