Jangan Takut Miskin
Assallamuallaikum
Wr Wb, salam penggemar blogspot maaf sebelumnya baru menulis lagi di artikel
kali ini dikarnakan kenapa sebenarnya tidak sibuk-sibuk banget sih dalam kuliah
saya melainkan banyaknya yang harus dikerjakan dan dipelajari, karna tanggung
jawab saya sangat besar, begitupun pula atas namanya MahaSiswa, siswa yang
terdidik dan yang harus mendidik, entah siapa yang harus dididik, toh saya juga
masih banyak mengabaikan waktu-waktu luang saya, kalau teman saya banyak yang
sudah kerja plus kuliah ingin rasanya begitu tapi semuakan usaha kita
berbeda-beda (“Inasayakum lasatta”) artinya : sesungguhnya usahamu berbeda-beda atau bermacam-macam. Jadi nikmati
sajalah hidup ini meskipun banyak gelombang sana dan sini.
Nah
sekarang kami akan menulis tentang artikel “Jangan Takut Miskin” kenapa sih jangan takut miskin entah itu
miskin dalam apa ya, misalkan takut hilang pekerjaan, takut besok tak makan
ataupun takut kehilangan uang, insaallah jangan takut karna rejeki kita tidak kemana
yang harus kemana-mana kita mencari rezekinya menjadikan itu usaha atau ikhtiar
dalam mencari rezeki, buat apah dalam agama kita islam adanya solat tahajud dan
buat apa adanya solat duha itulah tempat kita meminta dan memohon kepada sang
maha pencipta karna Allah tak pernah tidur, maha melihat dan maha mendengar, nahh kenapa saya menulis
artikel tentang “Jangan Takut Miskin”
karena ini berdasarkan pengalaman saya semasa kuliah, sekarang juga lagi kuliah
semester 3, ok continue ya.
Saya
kuliah diuniversitas pakuan bogor siliwangi sekarang baru semester 3 pakultas
ilmu komputer, ada teman saya yang lulusan sama seperti saya pesantren nama
pondok pesantren al-ittihad cianjur langsung saja anekdot story saya ini, ada
seorang teman saya dia manusia yang netral kemana saja bisa masuk pergaulan
entah didunia yang penuh kekacawan maupun ke tenangan artinya negatif maupun
positif tetapi dia seorang santri sejati SMP hingga lanjut SMK dan KULIAH
melanjutkan pesantren, pertamanya teman saya ini punya handpone tetapi hendpone
itulah rusak, dan kelanjutannya anak muda sekarang kalau tidak memegang
handpone atau smart phone bisa-bisa galau ataupun kudet atau kurang update
karna sumber inforamsi dihandpone tersebut maupun informasi schedule kuliah,
praktikum, tugas (assignment) dan koneksi antar teman atau keluarga menggunakan
media social contohnya WatsUp, Line, BBM, sms messager dan berbagai aplikasi
digunakan dengan menggunakan kuota anak muda sekarang rata-rata hampir 85%
jarang menggunakan sms dalam komunikasi antar teman, sekarang yang dibeli tidak
pulsa, pulsa memang tapi pulsa berubah menjadi kuota, wk, wk, wk.
Nahh disanalah teman
saya 50% serba tidak tau, ingin rasanya membeli handphone dan tak lama kemudian
rezeki menghampiri tiba-tiba dan dari arah yang tak disangka-sangka dia
dipanggil oleh pihak prodi untuk menemuinya tak lama kemudian diapun berangkat
keruang perodi yang tadi dipanggil, ternyata dia mendapatkan kabar gembira tak
disangka-sangka dia mendapatkan behasiswa, yang mendapatkan behasiswa ada 3 orang
mahasiswa yang urutan pertama hanyalah teman saya dan yang anehnya teman saya
IP (Indek Penlaian/Prestasi) di bawah 3 dan yang lainnya di atas 2 nahh lohh ko
bisa apasih yang tidak bisa jika Allah berkehendak Kunfayakun jadilah maka
terujudlah.
Dan kelanjutanya teman
saya mendapatkan uang cair mulai semester yang sedang dijalani hingga beranjak
ke semester berikutnya dalam jangka setahun kan lumayan uangnya buat nabung
atau buat beli handphone, nah itulah rejeki tak disangka-sangka kalau kata
orang sunda “jang ai rezeki mahh moal patuker” jadi begini rejeki kita pasti
tidak akan tertukar dari rezeki orang lain menjamin 100% tak tertukar,
terkadang kita lah yang salah mempersepsikan suatu masalah,
Semoga artikel hari ini
bermanfaat bagi kita semua, dan memotivasi dan menginspirasi bagi sesama mohon
maaf bila ada kesalahan dalam menulis artikel ini mohon dikeritik dan sarannya
terimakasih salam penebar inspirasi, jangan takut miskin

Comments
Post a Comment