Hilangnya Budaya dinegeri Sendiri



    

 Assallamuallaikum Wr Wb untuk kita semua, mari kita panjatkan khadirat kepada sang maha pencipta alam semesta ini yaitu kepada Allah SWT yang telah memberi kita kenikmatan beserta rejeki yang cukup ini, dan tak lupa dengan jungjungan kita tokoh kita atau panutan kita hingga sekarang dan masa kini yaitu nabi besar Muhammad SAW semoga kita selaku umatnya selalu terus mengikuti sunah-sunahnya dalam keseharian kita.
Dan saya persembahkan juga kepada guru-guru yang selalu mendidik kami semua hingga masa kini dan masa sekarang, semoga guru-guru kita selalu diberikan umur yang berkah dan diberikan rejeki yang melimpah beserta hidup yang penuh barokah ammiiin yaroball allamin.
Berserta keluarga yang selalu mendukung (support) kami dan dukungan kawan-kawan perjuangan masa kini dan sekarang, semoga keduanya selalu diberi rejeki yang berlimpah serta berkah, dan teman-teman seperjuangan semoga kalian juga bisa meraih mimpi-mimpi kalian yang masih dalam peroses perjuangan dan pembelajaran menjalani kehidupan, maupun yang lagi menimba ilmu (kuliah, pesantren) ataupun yang sudah mempunyai pekerjaan yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan.
     Artikel hari ini kami akan membahas huru-hara dinegeri merah putih ini, negeri yang punya ras dan golongan, negeri yang punya ribuan bahasa dalam satu citra, negeri yang kaya akan budaya yang melimpah dan negeri yang berbeda-beda tetapi satu juga.
Ada apa dengan bumi pertiwi ini, berasa citra “HILANGNYA BUDAYA DINEGERI INI” budaya apa yang hilang ditanah air ini, budaya keanekaragaman permainan anak cucu kita dimasa lampau, ataukah hilanganya tatakrama menjaga kesopanan, mungkinkah hilangnya cita rasa makanan tradisional yang nian ragam anehnya.
     Pada tahun 2016 dinamika negeri ini sangat melekat dengan keragaman atau budaya yang dimiliki, kesederhanaan yang dijungjung tinggi dan kesolidan yang merangkul kami, kami tak mengenal namanya TV (jarang nonton), kami tak mengenal namanya teknologi dan kami tak mengenal yang namanya mediasi ataupun budaya yang seakrang dan menjadi pusat perhatian masyarakat kita yaitu westerenisasi, apalagi kami tak mengenal kata moderenisasi.
Semua kami tak kenal, kecuali sedikit tau apa itu televisi, kenapa saya katakana televisi, televisi dijaman 2016 dengan jaman 2016-2017 itu amat berbeda, berbeda dengan dulu dan sekarang, melihat dulu dan sekarang banyaknya artis dan sinetron baru yang bermunculan dilayar kaca, coba dehh renungkan, apakah pertelevisian negeri ini sudah bagus, menjamin moral anak cucu kita mendapat didikan untuk pertelevisian dinegeri kita, saya hanya bisa menggelengkan kepala dan bisa melihatnya realita yang kenyataanya menjadi huru-hara.
     Teknologi dimana benda ini muncul, kapan benda ini menjadi komponen kehidupan dibumi kami tak mengenal benda ini, dulu tak tau apa ini teknologi digital menjadi pengikat utama manusia dalam masa kini, dimana manusia tak lepas dari alat digital ini, digital yang amat menimbulkan banyaknya invasi-invasi didalam dunia mediasi dan menjadi suatu alat utama untuk melihat yang bermulai dari legalisasi hingga yang bermediasi (media), perubahan jaman sedeikan kencang dan duniapun semakin terang benerang, memang teknologi menjadi perkembangan IOT dimasa depan, tatapi belum tentu menjamin bangsa ini moral dan akhlaknya terjaga dengan alat digital ini.
Terlalu banyak anak-anak yang seusia dini ataupun dasar yang sudah menjadi ancaman buat orang tua untuk selalu terus mengawasi buah hatinya, contoh dari kalangan Sekolah Dasar (SD) terlalu banyak anak menggunakan alat genggam atau gadget diusia dini, dan orang tua entah itu memperhatikan ataupun tidak itu tergantung dari orang tuanya, harusnya seumur diusia dini dari umur 14 sampai 16 tahun kepada anak-anak diajarkan musik dan puisi serta mengarang bersajak, karena musik menanamkan jiwa yang halus pada manusia, budi yang halus, karena musik jiwa kenal ada harmoni dan irama. Keduaduanya adalah landasan yang baik untuk menghidupkan rasa keadilan, tetapi dalam pendidikan music harus dijauhkan lagu-lagu yang melemahkan kiwa dan menimbulkan nafsu yang buru, begitu juga tentang puisi puisi yang merusak moral disingkirkan pendidikan music dan gymnastic harus sama dan seimbang.
     Dan dari umur 16 sampai 18 tahun anak-anak yang menjelang dewasa diberi pelajaran matematika untuk mendidik jalan pikirannya. Selain itu diajarkannya dasar-dasar agama dan adab yang sopan, supaya dikalangan mereka tertanam rasa persatuan. Dan dari umur 18 sampai 20 pemuda dapat didikan militer, dan pada muru 20 diadakan seleksi yang pertama. Murid-murid yang maju dalam ujian itu mendapat didikan ilmilah yang mendalam dalam bentuk yang teratur pendidikan otak dan jiwa sama beratnya. Selama mandapat pendidikan ini 10 tahun lamanya datang seleksi yang kedua, yang saratnya lebih berat dan caranya lebih teliti dari seleksi yang pertama. Yang jauh diterima sebagai pegawai negeri yang maju dan sedikit jumlahnya merupakan pelajarannya tahun lagi dan dalam didikan dalam ilmu pengetahuan tentang adanya tentang ide dan dialetika.
Setelah tamat dalam pelajaran itu, mereka dapat memangku jabatan yang lebih tinggi. Kalau mereka sudah 15 tahun bekerja dan mencapai umur 50 tahun, mereka diterima masuk dalam pengalaman mereka dalam teori dan praktek sudah dianggap cukup untuk melaksanakan tugas yang lebih tinggi dalam negara menegakan keadailan berdasarkan ide kebaikan. Bagusnya begini tapi kalau ada yang lebih bagus lagi silahkan manga sesuai refrensi aja mendidik anak asalkan itu positif (Buku 39 Tokoh Sosiologi Politik Dunia) 
     Jaman sekarang anak sudah lupa dengan budaya negeri ini, dulu anak seusia sekolah dasar banyak permainan yang harus menjadi tradisi dinegeri kita, contohnya permainan ucing nyumput, tokadal, ucing sarung, buakbuakan, sampai main bola hingga sore sampai pajar tenggelam atau ajan berkumnadang, sungguh luar biasa, dan siklus anak jaman sekarang bukan lagi seperti itu mereka dibutakan dengan pergaulan pergaulan yang tidak ada batasanya, motor-motoran, dan pacaran pun menjadi piral dimedia sosial dalam anak usia dini, semoga negeri ini terus banyaknya orang orang soleh dan solehah yang bisa menimbulkan implikasi besar buat virus-virus yang jumlahnya banyak tiada tara.
     Mediasi atau media, sewaktu masa anak entah saya tak tau media itu seperti apa, banyak sekarang media talah bertebaran dimedia sosial, entah itu media sosial facebook, BBM, twitter, Instagram, line dan lain-lain, dimanakan media yang sesuai untuk dikonsumsi untuk kami untuk dibaca dan diresapi hingga menjadikan berita yang akurasi, etah diamana sekarang negeri kita negeri yang banyak rasnya agamanya dan budayanya ini sedang dilanda provokasi oleh media-media etah itu media apa, kita yang hanya masyarakat sebagai objek untuk merubah tadinya putih menjadi hitam, tadinya cerah menjadi gelap, dan tadinya siang menjadi malam, kita hanya menjadi sebuah objek semata dalam melahirkan manusia yang bisa menimbulkan anarki saja, maka dari itu dimanakah kedamaian kita, dimanakah toleransi kita, dan dimanakah persatuan negeri kita yang oleh Allah diberikan banyaknya energi yang melimpah dan negara yang heterogen dan sederhana.
Budaya, bagaimanakah dengan budaya dinegeri ini terlalu banyaknya budaya yang mempengaruhi, kita ataukah mereka yang mengarungi budaya kita, budaya westerenisasi, apa yang westerenisasi entah ini budaya apa?, apakah budaya ini budaya nenek moyang kita?, ataukah budaya ini budaya yang timbul baru dikalangan orang-orang eropa?, budaya apa ini, budaya sekarang budaya yang serbabaru yang menimbulkan benyak intervensi dalam melihat budaya maupun budaya gaya hidup (passion) sehari-hari ataupun sudah menjadi implementasi kita untuk sehari-hari, budaya yang penuh dengan lekak-lekuk nya tubuh yang amat dipakai oleh mayoritas perempuan (female) jangan ditebak lagi budaya yang semakin mengakar dan menimbulkan sensasi yang amat besar, ada yang memakai baju tetapi bajunya dimana.
     Dan tidak terlihat dimana bajunya, kalian tidak rishi memakai baju itu, apkah kaliah tidak ada sedikit malu memakai baju tersebut, dimana letak memakai bajunya?, ataukah memakai baju yang serba ngetat dengan pantat yang menggeliat amat merapat dengan kain baju tersebut, apakah kalian tidak rishi memakai pakaian yang berbudaya eropa ini, ataukah kalian senang dengan mudaya yang mengakar hingga saat ini, dan ada lagi gaya hidup (new passion) baru yang amat terlihat dikalangan wanita, berhijab tapi dengan menampilkan rambut kedepan dengan sesaat, ataukah memakai hijab dengan anderok dan pakaian yang ngetat, ataukah berhijab dengan memakai anderok yang sobek-sobek dan menimbukan aurat bagi yang melihat?, inikah budaya kita yang semakin hari semakin baru, yang semakin hari semakin ruwet, yang semakin hari semakin kompleks dan semakin hari entah semakin menimbukan tanda tanya atau pertanyaan bagi orang-orang yang tak tau pergantian alam dan siklus modern ?????????????????????????
Siapa yang akan menjawab, entah siapa, mungkin para mahasiswa (pelajar) kaum pelajar yang punya kesadaran untuk membangun dalam melihat persoalan didunia yang kompleks ini, atau mungkin para tokoh agama yang terus akan memperbaiki atau merekontuksi jaman hingga ke kanan dan ke kiri, semoga kita bisa terus sadar akan perkembangan zaman ini jaman dimana kita hidup didunia yang kompleks ini.
     Semoga tanah air kita terus diberi keberkahan, kesuburan, kemakmuran dan melahirkan sarjana-sarjana yang bermafaat dunia dan juga akhirat nanti, dan terus menjaga toleransi yang kuat sesama bangsa dana gam ras kita, saling menghargai dan juga saling memahami diantara salah satunya, teruslah berkarya untuk indonesia meskipun karya sekecil apapun itu, sekecil apapun itu, karena jangan sering meremehkan karya maupun apa sekecil apapun itu, mungkin dihari nanti karya anda bisa diapresiasi yang tak diduga-duga entah itu darimana.
Ok, semoga artikel kali ini tentang “HILANGNYA BUDAYA DINEGERI INI” bermafaat ya, mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan artikel ini tolong berikan keritikan dan saran bagi penulis, karena penulis juga masih peroses pembelajaran, bila ada sisi buruknya buang saja dan kita konsumsi isi positifnya saja untuk kita.billahitofik wallhidayah Wassallamuallaikum Wr Wb.

Comments

Popular Posts