Aleppo Berduka


     Assallamuallaikum wr wb, dalam menulis antologi cinta untuk Aleppo disini saya akan menulis tentang betapi kita harus pedulinya atau apresiasi untuk kota Aleppo yang sedang gencar-gencarnya  diperangi oleh rezim laknat tersebut, terutama para anak-anak saya amat khawatir dengan kondisi kepada anak-anak disana, mereka jauh sekali dengan dinegri kita negeri Indonesia, mereka anak-anak yang harus dilindungi, karena mereka lebih jauh dari kita, mereka anak-anak renegerasi penghafal Al-Quran yang setiap saat maupun setiap waktu untuk menajdi generasi tak lupa dengan pedoman umat muslim, dibandingkan dengan negeri kita di Indonesia.
      Indonesia termasuk negeri yang perkembangan ekonominya terbesar ke 2 setelah jepang, tetapi negeri ini hanya disibukan dengan system politik, kejahaatan, korupsi, copet, kriminal, narkoba, dan saling meghujat satu sama lain, dan juga bahkan ada perang dengan strategi politik pemerintahan, hingga negeri ini disibukan dengan kekuasaan dan penghinaan.
     Pertempuran Aleppo 2012, juga dikenal dengan sebutan "induk dari semua pertempuran" adalah konfrontasi militer yang terjadi di Aleppo, Suriah antara militer Suriah dengan Tentara Pembebasan Suriah. Pertempuran ini dimulai pada tanggal 19 Juli 2012 sebagai bagian dari serangkaian Perang Sipil Suriah. Bentrokan berawal dengan dilancarkannya serangan oleh Tentara Pembebasan Suriah terhadap kota Aleppo, di mana kota ini merupakan kota terbesar sekaligus pemegang kekuasaan dan pusat ekonomi strategis di Suriah.
     Pertempuran setiap saat memakan anak korban dari Aleppo mereka yang punya yang berkeluarga terpisah ada yang sebagian diculik ataupun ditembak hingga meninggal, pertempuran bergejolak niat hebat, rumah mereka, masjid mereka di bom bardir oleh rezim-rezim laknat itu, mereka tak punya hati untuk melihat bagaimana rasanya mereka diperangi.
     Indonesia sebagai mayoritas muslim didunia, seharus kita menolong sodara-sodara kita yang disana, melihat kondisi mereka tiap detik ataupun tiap jam mereka ditimpah oleh musibah, musibah yang tiada henti tiap hari maupun menit, mereka kandrung diambil alih tanah-tanahnya, samapi ibu yang sedang menggendong bayinya terpental ke arah yang tidak diketahui.
     Padahal mereka seorang muslim-muslim yang taat akan perintah Allah SWT, tetapi mereka terus tidak putus asa dalam mencari nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah keburukan), beda halnya dibanding diindonesia anak muda dilanda bencana nian dasyatnya luar binasa, seolah mereka seolah-olah disembelih oleh zaman yang sedang dihadapi hari ini atau untuk kedepannya.
      Mereka di Aleppo setiap jam mereka harus berlindung di tempat yang aman dan nyaman, mereka setiap hari entah makan dengan apa, sedangkan setiap jamnya terus digempur oleh rezim-rezim laknat itu.
     Sedangkan dinegeri kita terus digandrungi oleh pergaulan-pergaulan yang solah-olah menyembelih kita tanpa adanya regulasi dari agama kita, kita over out dalam bergaul disetiap harinya, kita sibuk untuk memainkan politik-politik yang berubah menjadi seolah-olah lokomotif makar, kita digandrungi oleh music-musik barat setaip harinya, kita lupa dengan pedoman kita, pedoman yang membawa kita ke akhirat yaitu Al-quran.
     Semoga tulisannya membuat kita turus melihat sodara-sodara kita atau muslimin-muslimin yang sedang ditimpa musibah, semoga Allah SWT memudahkan dalam menghadapi musibah tersebut, dan semoga kita terus berada di agamanya Allah SWT, dan kuat terhadap iman, ihsan dan islam kita, aamiin yarobal allamin.



Comments

Popular Posts