Mengejar Nilai
Mengejar Nilai, adakah orang yang berlomba
lomba dalam mengejar nilai, bukan nilai dalam kehidupan melainkan nilai
1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 hingga menuju kapasitas yang di batasi, apakah nilai itu
segalanya (everything is value) menurut saya bukan hal yang segalanya untuk
mengejar nilai hingga sebagai penjamin kualitas kehidupan.
Memang dalam nilai,
nilai salah satu menjadi tolak ukur kita untuk seberapa jauh mana superioritas
atau keunggulan yang kita miliki, nilai itu hanyalah tolak ukur, dan bukan
semuanya nilai itu di katakana untuk tolak ukur manusia.
Ada orang yang matimatian dalam mengejar
nilai, padahal nilai hanya angka, sekali lagi hanya angka. Angka yang di
dalamnya terdapat suatu bilangan hinga satuan, belasan, puluhan, hingga mencapai
terliunan hingga milliunan hingga sampai kapasitas yang tak terhitung lagi.
Ada orang yang mengolah uangnya untuk
menyogok supaya anaknya mendapat nilai yang lebih jauh dari teman-temannya,
adapun orang yang memberikan uangnya yang entah berapa yang diberikan untuk
nilai si anak ke sayangannya, dan juga ada untuk meminta paksa kepada orang
tuanya untuk bahan remedial nilai, dan nilai bisa di up grade atau di olah
menjadi standar hasil yang di inginkan melalui instasi tersebut.
Kalau di lihat dengan
nilai semua akan menjadikan angka, bahkan kehidupan pun menjadi angka, manusia
menjadi angka, rumah menjadi angka, mobil menjadi angka, dosen menjadi angka,
warung menjadi angka bahkan sekalipun angka di jadikan tuhan, nauzubillah
himinzallik.
Di dalam artikel ini bukan berarti tidak
mementingkan nilai dalam hidup ini, dalam dunia kerja dalam hal apapun, di
lihat oleh Allah SWT adalah bukan nilainya tersebut melainkan berapa banyak dan
seberapa kuat kita melakoni, menghadapi apa yang menjadi kita hadapi saat ini,
itu adalah proses, proses, proses, proses.
Karena proses akan
membawa dan menarik semuanya kerja keras kita ke arah perubahan, bukan perubahan
menjadi power rangers melainkan perubahan menjadikan Fasstabikulqhairat,
manusia yang lebih baik lagi dalam kebaikan.
Kebaikan dalam hal apapun yang bersipat
membangun, membangun akhlak, membangun potesi diri, membangun kualitas pribadi
dan membangun hal ingin di inginkan dalam meraih hidup ini yang lebih
bermanfaat lagi.
Karena takdir seseorang
itu tidak sama “inaasayakum lasata” artinya : sesungguhnya peroses mu
berbeda-beda, beda dalam berjuang dalam proses bahkan dalam berpropesi, ada
orang yang di interview melamar kerja oleh organisasi meski nilai IPK nya tak
hanya seberapa, ada orang masuk kerja karena dilihat dari nilai IPK nya dan
juga ada pula orang yang melamar kerja di terima secara sederhana (tak
rumit-rumit), dan juga ada pula yang diterima bekerja dilihat dari keunggulan
potensinya, dan ada juga karena punya ciri khas terndiri dalam pribadinya.
Semuanya di buat dengan diagram alir (flow
chart) sedemikian rapih dan di himpun untuk menjadi arsip takdir masing-masing
setiap orang dalam menjalani hidupnya tersendiri, itu semua di kompilasi oleh
sang maha pencipta Allah SWT yang telah menciptakan semua alam semesta.
Karena Allah SWT melihat kadar tolak ukur
umatnya dalam menjalani proses hidup tersebut, sesulit apapun, serumit apapun,
seruwet apapun, sekompleks apapun, sekeras apapun dan sekuat apapun dan hanya
satu yang bisa mendorong kita hingga mencapai puncaknya yaitu berdoa kepada
sang maha pencipta.
Hanya doa dan ikhtiar
yang mampun menyempurnakan tujuan kita dalam berproses, terkadang kita hanya
terus-terusan dalam berikhtiar tetapi ikhtiar harus ada tumpangan untuk
mengantarkan ikhtiar kita kepada sang maha pencipta yaitu adalah doa kita.
Maaf kalau artikel ini adanya ucap kata
penulisan yang kurang kompetibel dalam menulis artikel, dan sekali lagi artikel
ini bukan untuk tidak mementingkan nilai tetap nilai itu penting tetapi bukan
segala, gala, gala, galanya nilai itu penting, sekali lagi bukan segalagalanya
bukan menganggap tidak penting, malah penting, tetapi bukan segala-galanya.
Dimohon ekritik dan sarannya dalam artikel
ini, penulis juga masih berproses dalam belajar, belajar apapun yang menjadi
tolak ukur kebaikan dalam hidup ini, semoga artikel ini bermanafaat untuk para
pembaca.

Comments
Post a Comment