Nothing Stupid The People



Menjelang pagi, matahari tiba munculnya sinar mentari dipagi ini dan awanpun nian berubah, langitpun merubah warnanya menjadi terang benerang menjadikan setiap pagi ini pagi yang penuh berkah dan manfaat, menggerakan atau digerakan tangan ku mulai ingin rasanya menulis, pikiran ku ingin rasanya melepas fikiran-fikiran yang membuat orang sadar akan hidup ini romantis.
NothingStupid The People, tidak ada manusia (humanity) yang diciptakan dimuka bumi ini dengan kebodohan, pasti setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda, karakter berdeda dan tingkah laku yang berbeda, sekalipun manusia itu dipandang orang bodoh, Tuhan tidak menciptakan didunia ini yang tidak bermanfaat, semua yang tuhan ciptakan itu bermanafaat.
Apalagi kita sebagai seorang manusia yang diciptakan sebagai kalifah dimuka bumi ini, pastinnya kita harus ada sumbangsih terhadap apa yang kita mampu berikan, sekecil apapun karya kita, sedikit apapun usaha kita, itu tidak masalah, yang terpenting apa yang kita berikan bermanfaat untuk orang lain.
Coba fikirkan dari diri kita sendiri adakah semua didunia ini ada yang tidak bermafaat, terkadang hal itu secara tidak sadar apa yang kita tidak sadar menjadi sadar dalam memandang presfektif dalam kehidupan ini.
Saya punya cerita sederhana dinegara tailand, cerita ini mengisahkan seorang anak yang terus dipaksa olah seorang ibu atau orang tuanya untuk mencapai hasil akademik yang bagus dalam meraih nilai bahasa inggris, bahasa mandarin dan terutama dibidang matematika.
Seorang anak itu dipaksa untuk mendapatkan nilai yang sesuai keinginan orang tuanya supaya nantinya kamu memasuki perguruan tinggi bisa yang lebih kualitasnya bagus dinegara tailand tersebut tutur ibunya.
Setiap menjaelang matahari terbenam malampun tiba, si anak itu dipaksa untuk belajar, belajar dan belajar, belajarnyapun tak sendiri (alone) anak tersebut dibiming oleh seorang ibunya, di ajarkan matematika perkalian, pengurangan, penjumlahan dan pembagian, dan si anak tersebut agak sedikit kurang dalam belajar matematika, buka tidak suka melainkan anak tersebut punya kelemahan dalam bidang matematika.
Dan pada akhirnya apa yang diajarkan oleh si ibu, seorang anak itu dipukuli dengan sebatang rotan yang menjulur panjang, dipukulah anak tersebut hingga anaknya kesakitan dan memohon mohon kepada seorang ibu.
Tidak lama kemudian seorang ayahnya pun datang dari rumahnnya menghentika ibunya yang terus memukuli anaknya tersebut hingga anaknya menangis, kata ibunya “dia ingin anaknya pintar, seperti orang-orang yang kedepannya hidupnya pintar dalam meraih impiannya” si ayah menjawab “ajarkan selain dia tidak bisa mengajarkan apa yang ibu ajarkan kepadanya, jangan terlalu dipaksakan itu tidak baik untuk dia” tutur si ayah.
Selepas itu ibunya bekerja disebuah kantor dinegara tailand, dicurhat kepada rekan-rekan kerjanya didalam sebuah kantor, ibunya menjawab “dia kawatir akan hidup seorang anaknya, masadepan anaknya, situasi anaknya dan anaknya tersebut bagaimana nantinya agar bisa bertahan dimasyarakat” tutur ibunta, dan rekan-rekan kerjanyapun memberi masukan kepada ibu dari anak tersebut, anaknya harus di didik dengan keras, dan dipukuli dengan penuh paksaan, ucap rekan kerjanya.
Dan anak dari ibu tersebut sehari-hari anak tersebut pekerjaannya hanyalah menggambar dimeja tempat ini melakukan aktifitasnya dalam menggambar, dan kemudia tidak lamanya ibunya datang si ibu membawa buku mata pelajaran untuk menghadapi UAS dalam kelulusan (graduate).
Dan si ibu tersebut langsung memarahi anaknya habisa-habisan ditempat ini menggambar, dan gambarnyapun disobek-sobek hingga sianak itu dipukuli yang kedua kalinya memakai rotan, hingga anak itu berhenti dari kebisaannya dalam menggambar, supaya kebiasaan tersebut dapat diganti dengan adanya belajar.
Dan anak tersebut berjanji akan meraih apa yang ibu inginkan terutama dalam nilai yang tinggi, apalagi nilai matematika,  dan mulai menjelang pagi dimana anak tersebut harus sekolah, dan akhirnya anak tersebut berangkatlah ke sekolah.
Dan setelah semuanya terlewati dan terakhir UAS matematika, dipun sedikit tegang dalam menghadapi meta pelajaran matematika, mulai guru tersebut membagikan kertas ujian dimeja-meja murid, anak tersebut langsung mengerjakan soal ujian itu dengan hati yang tenang dan penuh percaya diri.
Setelah hari UAS nya selesai, dan minggu kemudia dibagikannya soal lembar jawaban ujian dan si tegang dalam melihat nilai dari hasil yang ia inginkan dan ibunya inginkan selama ini, setelah 3 orang dia pun dipanggil dan hingga dipanggil 3 kali oleh gurunya tidak maju-maju untuk kedepan.
Kedepanlah anak tersebut dengan muka tegang dan hatinya pun sedikit gugup, di ambil dengan kedua tangan kiri dan kanannya dan dilihat nilainya tidak sesuai yang ibunya inginkan, terutama dalam mata pelajaran matematika yang ia dapat diraih hanyalah 51 jauh dengan apa yang diharapkan oleh ibunya.
Dan pas pulang ibunya berada dirumah sakit mendadak demikian sakit, dan si anak panic untuk segera kerumah sakit (hospital) dan terasa takut untuk bertemu seorang ibunya, setelah ia membuka pintu rumah sakit ibunya sedang berbaring dan anaknnya meminta maaf kepada seorang ibunya.
Kata si anak “ibu aku minta maaf atas usaha ku, dan aku sudah berusaha sebisa ku, tapi aku masih tidak bisa dapat nilai 90, aku minta maaf ibu” si anak sambil menagis dihadapan iibunya.
Kata si ibu “nak jangan menagis, ibu tahu kau telah berusaha semampu mu, bahkan sekarang jika kau tidak dapat nilai 90, ibu sudah senang, dan dulu ibu tidak tau apakah kau malas atau kau hanya tidak mampu, dan saying sekali jika seseorang tidak menggali potensinya, hanya karena dia malas, ibu minta maaf ya nak” ucak seorang ibu.
Dan si anak tidak lama kemudian berkata “maaf bu saya tidak berguna”  hingga memeluk ibunya di tempat tidurnya sambil menagis, dan tiba-tiba datanglah seorang ayanya tiba-tiba memeluk anaknya dan ibunya tersebut.
Dan tidak lama kemudia seorang gurunya dari anaknya seorang ibu datang menjenguk ibunya dan membawa bunga untuk ibunya.
Kata gurunya “dia sering cerita tentang mu” sering cerita tentang seorang ibunya setiap disekolah.
Ibunya berkata “apa perbuatan anak saya selama bersekolah selama ini”
Gurunya menjawab “di sangat bijaksana dan sangat pintar, aku datang untuk memberi tahu kalian, aku mengirim gambar anak ibu ke kompetisi menggambar anak-anak internasional di amerika serika dan anak ibu sebagai juara kedua, dan ini prestasi yang lumayan” ucap seorang gurunya.
Ibunya berkata “terimakasih ya” sambil ibunya terharu dengan prestasi anaknya dalam lomba menggambar internasional di amerika serikat, sungguh luah biasa.
Inilah ceritanya tentang seorang anak dipandang dengan tidak punya kemampuan, bukannya bodoh ataupun tidak punya kemampuan melainkan anak tersebut tidak mampu dalam menekuni bidang yang dipaksakan, ada kelebihan pastilah Allah SWT diciptakan untuk supaya kita tidak tinggi hati atau sombong diciptakannya kelemahan.
Massaallah apa yang Allah ciptakan dimuka bumi ini bermanfaat untuk kita semua dan kitanya yang harus bijak dan bisa memandang dengan cara pandang kita sendiri dalam melihat nilai kehidupan, semoga anekdot ini bermanfaat untuk semuannya, terutama penulis.
Semoga Indonesia ini diciptakan dengan penuh kedamaian dan persaudaraan dan menjadi Negara ini berkah melimpah akan sumber daya alam maupun manusia yang berguna aammiinn

Comments

Popular Posts