Management Uang Dunia


Selamat pagi untuk para warga digital yang sedang menikmati indahnya bulan ramadhan di Indonesia ini, bagi yang menikmati dan yang merasakan untuk semua umat muslim ataupun yang bukan muslim (muslim musliman) yang merasakan hari ramadhan bulan yang penuh barokah dan berkah ini semoga kita terlindung dari godaan makluk-makluk astral ataupun non astral untuk menjalankan ibadah puasa dan ibadah solat kita, semoga menjadikan pribadi yang selalu taat terhadap kebaikan.
Sebelumnya, sebelum menyambut idul fitri dan nunggu uang untuk di kasih sama orang terdekat maupun tidak, di artikel ini kita akan sedikit membahas tentang peerputaran dan pengolahan uang dunia, dimana uang dunia bisa di manajemen atau diolah sedemikian rupa dengan sistem pemerintah yang punya kecanggihan dalam mengelola, ataukah kita sendiri tidak sadar bahwa uang dunia di menejemen oleh sekelompok khalayak audience manusia-manusia dunia.
Jadi diangkatlah berjudul “Management Uang Duia” bicara soal uang atau duit itu menjadi salah satu semangat kaum manusia, seluruh umat manusia dan semua membutuhkan yang namanya uang kertas ini, yang disahkan untuk berteransaksi secara sekuensial dari manusia ke manusia (human by human) untuk menjadi hal yang bersipat jual beli, entah itu barang, hewan, tanah, alat dan lain-lain yang menjadi suatu kebutuhannya.
Sebenernya atau faktanya uang ini di kendalikan oleh seluruh umat manusia di putar sedemikian putaran arus air terus mengalir dan mengalir untuk terus berjalan dengan prima atau efektif, dan halnyapun uang, uang di transaksi ke semua umat manusia dengan transaksi dan teransaksi terus di transaksikan untuk menjadi alat transaksi perputaran menejemen rezeki manusia.
Andaikan kita punya uang yang beridentitas pribadi dengan nama username kita, dan dimotori dengan alat canggih GPS supaya kita bisa melihat dan melacaknya uang kita mampu menjelajah transaksi ke berbagai pelosok atau kota, atau sampai kaya atau miskin, pejabat atau konglomerat, politisi atau polisi dan menelusuri pelosok dan propesi setiap seluruh umat manusia yang ada didunia terutama republik kita endonesia atau Indonesia.
Mungkin bisa jadi uang yang tadinya ditransaksikan oleh kita menjadi kembali lagi ke pada kita yang ditransaksikan oleh kita bila uang itu beridentitas, bisa jadi dan mungkin atau kemunginan, mungkin kitanya yang tidak tau tentang ketidak tauan kita karena batas keetidaktauan manusia masih banyak dan itu tidak menjadi parameter untuk pengetahuan/knowledge manusia, untuk terus mencari dan mencari, entah itu mencari dalam hal kebaikannya (+) ataupun ke burukannya (-) itu relatif.
Tetapi ada sedikit bungkusan mutara dalam pembahasan judul “Management Uang Dunia” ini dan itu menjadi salah satu kontemplasi seluruh umat manusia di negeri adipura Indonesia ini, mungkin sedikit tertutup mutiara itu dienskapsulasi menjadi suatu yang tidak ada bobotnya atau nilainya.
Makna dan nilainya dari artikel ini adalah semua kehidupan didunia ini adalah kembali kepada kita, kita disini artinya mencaup global atau bahasa kerennya universal bahasa arabnya muzmall, seluruh perbuatan, kesalahan, tiputipuan, manipulasi, pembohongan, mencuri dan itu bersifat musibah atau bukan musibah itu adalah bagaimana kita terhadap diri kita sendiri, entah menyikapi ataupun berprilaku dan putaran kelakuan atau behavior menadi parameter kita untuk menjadi hal yang buruk atau jelek, baik atau tidak, penipu atau pembohong itu merelase (berputar) sumbah sih kepada jati diri kita sendiri masing-masing.
Makanya sering kali manusia ini sering menyalahkan sesuatu yang bersifat yang mampu merugikan haknya entah itu hak apa saja yang disayanginya, menyalahkan si A dan si B dan kesalahan itu terus menjadi hal penyakit dikalangan masyarakat kita, dan buah negatifnya adalah fitnah, nauzubillahhiminalik, semoga kita terlindung dari hal-hal yang merugikan dan bisa menemukan hal-hal yang bermanfaat.
Kesalahan ataupun kebaikan kita itu ada pada dalam diri kita, ketika itu mendapatkan suatu kejahatan atau bersifat yang merugikan berarti kita harus muhasabah diri atau restofeksi diri (mawas diri) dengan kontempalasi terhadap diri kita sendiri, dan ketika kita mendapatkan pujian atau yang bersifat menjadi manfaat kita, kemungkinan kita di tanggal sekian dan tahun sekian melakukan hal kebaikan untuk orang lain, tetapi kadang kita tidak sadar diri akan sesuatu  hal kebaikan tersebut, karena rencana Allah itu logika yang mustahil bisa di iqro oleh umat manusia, dan tuhan mullah yang tau atas seluruh bobot bibit urusan mu hingga mati dan itu kembali kepada diri kita sendiri, “dan kepada siapa lagi aku di kembalikan selain kepada tuhan (Allah SWT) yang telah menghidupkan dan mengembalikan dibumi ini”
Yuks kita sama-sama membuat gerakan mempupuk virus-virus kebaikan untuk kepada sesame sodara-sodara kita seluruh alam semesta atau dunia, memang kehidupan ini sudah ruwet, dengan adanya strategi-strategi yang tak jelas dan saya tidak mau menjelaskannya karena sudah malas membahas itu semua, dan yang utama kita cukup hanya mendoakan saja untuk suleruh umat manusia, semoga mereka yang terjerat oleh tipu daya virus malware.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk semua warga blogger, wodpress dan lain-lain yang membacanya secara perlahan-lahan, bila tidak paham komen saja di bawah, kita diskusikan bersama, terimakasih.


Comments

Popular Posts