Sebab-Musabab Kiamat di Tunda

Dunia ini lumayan sudah tua usianya terciptanya hingga keasliannya, dunia ini mempunnya berbagai identitas atau variable wadah-wadah negara yang wadahnyapun isinya itu orang yang beragam dan kapasitasnyapun berbeda setiap wadah-wadah negaranya.

Menurut organisasi PBB yang katanya fungsionalitasnya untuk melindungi atau memerdekakan negara-negara lain yang masih saja ada terbengkalai terintimidasi (tersiksa) oleh orang-orang yang tidak punya harga diri.

Ada 193 negara didunia menurut organisasi PBB tersebut, mereka mungkin salah satunya negara Indonesia, Malaysia, Thailand, Banglades, Filipina, Amerika, Berazil, Folandia, Jepang, Singapur dan negara-negara lainnya.

Negara ini bermacam-macam kadar cobaannya mungkin tergantung kadar penduduknya untuk berperilaku yang membuat kerusakan bila penduduknyapun kebanyakan melanggar aturan tuhannya berarti kadar tingkat cobaanyapun lumayan berada dilevel gempa, tsunami, badai, banjir dan hal-hal lainnya yang tidak bisa diprediksi oleh jangkauan pengetahuan kita.

Tetapi allhamdullilah negara kita Indonesia yang mungkin sedang ingin terkikis oleh orang-orang ekstrimis yang ingin memecah belah negara ibu pertiwi, dalam rangka memperingati 72 tahun Indonesia kemarin banyak semua warga negara Indonesia mengapresiasi dengan cinta dan damai untuk Indonesia 72 tahun merdeka.

Ada yang memeriahkannya lewat lomba (game) da nada juga merayakanya lewat suara (solawat, berzikir) untuk memonetisasi untuk kejayaan dan keseimbangan 72 indonesia meredeka, kita benar-benar harus bersyukur untuk bisa tinggal dinegara ini negara yang penuh dengan toleransi dan cinta damai.

Untungnya kiamat ditunda, dihijab, oleh asma-asma Allah SWT yang masih melantukan ayat-ayat tauhid supaya tidak menembus perisay tersebut, coba dengarkan apakah inikah “Sabab-Musabab Kiamat di Tunda” untuk melanda dunia.

Ketika ditanya, memang mondok untuk apa ?
Bukan buat untuk apa-apa. Melainkan jika harus mengajar mengaji tanpa digaji asal islam terus bersemai, santri sedia.

Bahkan menajdi santri bukan sekedar hanya pilihan, ia adalah amanah yang harus dijalankan, menjaga api islam supaya terus terjaga dan agar tidak padam.
Syekh Yasin al Fadani, suatu hari menyampaikan kajian tentang keutamaan para pencari ilmu, disebutkan malaikat menghamparkan sayapnya untuk mereka yang sedang mencari ilmu.
Ikan-ikan diaut semua mendoakan para “tholibil ilmi” bahkan derajatnya lebih tinggi dari pada ahli ibadah.

Lalu ada seorang santri bertanya . . .
Ya Syeikh, kenapa santri bisa mendapatkan keistimewaan begitu tinggi?
Jawab Syekh Yasin singkat : Berkat santrilah kiamat ditunda
Ini bukan hiperbola. Tapi begitulah kenyataanya. Nabi pernah bersabda “Kiamat tidak akan pernah terjadi selama masih ada yang melafalkan kalimat Tauhid” coba perhatikan, ditempat manakah selain masjidil Haram Mekah asma-asma Allah SWT dilantunkan tanpa henti, setahu saya itu hanya ada dipesantren.

Tidak hanya ngaji dan roan, para santri dibiasakan untuk selalu menjaga wiridan, dilafalkan dari pagi buta sepanjang hari sampai larut malam.
Ngaji sendiri adalah salah satu bentuk merawat ajaran tuhan. Meskipun jaman terus berganti wajah ngaji dan wiridan tidak boleh berubah.

Pengusung khilafah panik dengan tanda-tanda akhir jaman, tapi santri tetap khusuk menekuni ayat-ayat tuhan sambil sesekali ngopi dan jagongan. Jadi santri adalah menyebarkan energy kebaikan hidup didunia hanya sebentar apa lagi yang harus dikerjakan.

Tidak usah resah prostitusi bermunculan, asal di sebelahnya ada pesantren yang semangat mengajarkan kebaikan, kemaksiatanpun akan kalah dengan elegan. Kenapa risau dengan aliran-aliran yang bersebrangan, asal santri masih ngaji aqidatul awam mereka tidak bakal mampu menembus dinding gotakan.

Inilah “Sebab-Musabab Kiamat di Tunda” dengan bumi yang serba setiap tahun berganti rupa dan ilmuanpun sibuk dengan mencari solusinya supaya dunia ini tidak relative tua dan nano teknologipun menjadi obat jalan tempuhnya.

Comments

Popular Posts