Berujang Hulu-Hingga-Hilir
Hulu
hingga hilir adalah sesuatu yang dari memulai suatu perjalanan hingga
memulainya dan hingga sudah mengakhirinya, berjuang tanpa henti untuk memenuhi
kekosongan ilmu dan pengalamannya hingga adanya energi yang bisa dicapai dan
menjadi suatu bekal untuk kedepannya.
Mengolah
dan memulai suatu perjalanan yang ditempuh dengan hati dan tubuh untuk
memulainya dengan konsisten dan tekun untuk memulai rencana tersebut sehingga
dari ujung ke ujung dan dari hulu hingga hilir kita bergulat untuk menjadi
pribadi yang lebih baik lagi.
Ada
jutaan bahkan ribuan dan miliaran umat manusia ini struggle (berjuang) untuk
menempuh berbagai perjuangan, entah itu dalam meraih cita-citanya entah itu
dalam mengatasi masalah (problem) terhadap perusahaanya atau bisnisnya dan
entah itu memperjuangkan mencari pekerjaan dan mencari sesuap nasi untuk
keluargannya hingga menjadikan kualitas dirinya untuk suatu kebutuhan.
Seringkali
kita berjuang hulu hingga hilir itu butuh proses dan trafiking (perjalanan) yang
amat panjang semua manusia mempunyai hak preogratif (istimewa) untuk bekal
dirinya dan bekal itu salah satu kemampuan dan cinta tuhan terhadap dirinya
sendiri.
Ketika
anak cerdas dan taat kepada agamanya dan disiplin akan ilmunya untuk mewujudkan
salah satu impiannya dinegeri kita indoensia beliau ingin membuat perusahaan
dirgantara aviasi (kapal terbang) dinegeri sendiri tidak mudah untuk melakukan
sesuatu perjalanan tersebut dan mencapai hal tersebut terlalu banyaknya
antek-antek yang membenci beliau “Profesosr Baharudin Jusuf Habibi” dan banyak
badan hukum diindonesia tidak support dan mustahil untuk diwujudkan dan
dibangun untuk membentuk perusahaan tersebut, tetapi dengan determinasi,
kepercayaan, berdoa dan energy tawakal kepada sang maha pencipta beliau bisa
menyelesaikan proble (masalah) yang di tempunya dalam jangka tidak mudah dan
sangat luar biasa.
Terkadang
apa yang menjadi impian orang itu kita tidak percaya akan imipiannya padahal
apa yang tidak mungkin semua mungkin asalkan kita bisa merawat dan
memperbaharui keyakinan, perkembangan kerja keras, keadaan-keadaan yang luar
biasa, dan konsisten terhadap diri setiap orang.
Buktinya
anaknya yang mempunyai pondok pesantren “dormitory” tahfiz Al-quran yaitu ustad
Yusuf Manyur perjalanan beliau itu tidak mudah untuk mendirikan pondok
pesantren dan membangun usahanya hingga saat ini menjadi sarjana magister
pakultas ekonomi di trisakti, dan tidak mudah untuk mendidik dan mengedukasi
anak-anaknya dirumah supaya anaknya mempercayai hal-hal yang tidak mungkin
bahwa itu mungkin untuk menjadi kemungkinan.
Anak
pertamanya dari ustad Yusuf Mansyur “Wirda Salamah Ulya” anak ini beruntung
dibentuk oleh seorang ayah yang luar biasa dan mempunyai ingin keliling dunia
setelah dia bisa menghafal dan megurung tubuhnya hingga menjadi punya kualitas
manusia.
Wirda
ini waktu kecil dibina dan sama halnya seperti anak muda anak muda yang ingin
bermain dan menghabiskan masa mudanya untuk berpoya-poya tetapi orang tua
mendidik wirda sangat keras bahkan wirdapun sampai-sampai ingin dimasukan
kepenjara cuma gara-gara wirda tidak mau diatur oleh orang tuanya “terutama
jadi hafizah” sebenernya masah terlalu banyak manis asin kehdupan wirda anak
yusuf mansyur ini tetapi cari aja yang kenapa wirda sekarang bisa semantap ini.
Umur
masih muda dan bisa keliling dunia tidak melalui “pendidikan” melainkan
homeschooling (belajar dirumah) dan menjadi duta alquran untuk mengajarkan
anak-anak di US belajar Al-quran, mulai dari sana wirda mungkin lumayan telat
untuk merintis pendidikan lagi tetapi hal-hal yang tidak mungkin dicapai dan
diraih oleh wirda menjadi hal-hal mungkin untuk dicapai, wirda membentuk
dirinya tidak semudah yang kalian bayangkan begitupun dengan profesor Baharudin
Jusuf Habibi yang menyikapi keadaan-keadaan atau situasi tersebut.
Hingga
anak perempuan muda yang benar-benar menjadi salah satu menjadi korban krisis
moneter yang berdarah tionghua, Merry Riana yang bukunya berjudul “Mimpi Sejuta
Dolar” dimana kisah tokoh ini mengabiskan masa mudanya sangat digencat oleh keadaan-keadaan
yang menyakitkan bahkan menyedihkan hingga ingin berhenti untuk struggle
(berjuang) untuk pulang ke indoensia tetapi beliau dinasehati oleh ibunya yang
selalu memberikan support terhadap dirinya untuk terus kuat dan bisa melewati
itu semua.
Dengan
keyakinan kita akan terus maju dan dengan determinasi kita akan terus percaya
diri untuk terus positif mungkin salah satu seorang tokoh umat hindu yaitu
Mahatma Gandhi beliau berjuang tanpa kekerasan ucapan beliau mungkin dari salah
satu mewakili dari seluruh berjuang hulu-hingga-hilir “Tidak ada kesia-siaan
dalam menguras tubuh kecuali kekhawatiran, dan orang yang punya keyakinan pada
Tuhan seharusnya merasa malu kalau masih mengkhawatirkan sesuatu”
Arti
dari ucapan beliau adalah bahwa meskipun jiwa dan tubuh ini terkuras dan penuh
pahit manisnya yang dilalui kita tidak sendiri melainkan ada yang menjaga dan
membimbing dan memantau kita yaitu Allah SWT yang melihat umatnya berjuang
Hulu-Hingga-Hilir untuk membentuk determinasi dirinya supaya menjadi manusia
yang madani (bernilai, punya norma).

Comments
Post a Comment