Inovasi Mendeg
Banyak
yang menjastifikasi bahwa negara kita yang bernama indonesia negara yang tidak
maju-maju-maju artinya berkembang, berkembang secara apa? Entah itu sepak
bolanya, kemajuan inovasi teknologinya, sainsnya, indologi ilmu pengetahuannya,
transpportasinya, pembangunannya dan berbagai elemen yang menyangkut
kemajuannya negara kita yang adiluhung ini.
Entahlah
mereka yang menjustifikasi negara ini yang dibangun bukan hanya dengan
membangun saja tetapi memersatukan dari berbagai pulau-pulau yang
terpecah-pecah dan ras, agama dan kebudayaan yang beragam menjadikan negara ini
bisa bersatu dan menjadi negara indonesia.
Justifikasi
untuk kemajuan negara kita bukan negara yang menjadi sandraan, negara ini lebih
dari negara-negara asia dan eropa dan sumber daya alamnyapun mempunyai kualitas
dan isi yang penuh anugrah dari tuhan yang menciptakan negara ini.
Lihatlah
lebih luas dan elaborasilah lebih rinci dalam melihat sesuatu dari perkembangan
jaman ini dari manusia berikut-berikutnya dan melihat anak-anak dan paling
utama lihatlah kondisi negeri ini dengan macam situasi dan kondisi yang kadang
membuat logika kita tidak menangkap dari kejadian-kejadian yang menjadi
persoalaan-persoalaan negara ini, dan lihatlah diri apakah kita sudah benar
dari cermin diri kita yang sesungguhnya yang layak untuk punya potensi dan
integritas yang tinggi.
Negara
ini harusnya tidak perlu bercermin kembali dari negara-negara lain yang katanya
segundang inovasi dan punya integritas tinggi, sebenernya bukan negara ini
tidak maju-maju melinkan negera indonesia ini sungguh cerdas-cerdas dalam
bidang sains, teknologi, aviasi, agrarian, perbankan, ekonomi, sepak bola dan
bidang lain-lainnya yang bisa untuk mengantarkan indonesia sebagai mahestro
dunia yang mampu mengalahkan negara-negara eropa.
Wadahnya
dan elemen-elemnya SDM (Sumber Daya Manusia) mampuni untuk memajukan indonesia
terlalu mendeg pemeikiran kita untuk tetap menjastipikasi bahwa kita masih
belum berkembang dan belum punya apa-apa.
Melihat
negara ini yang adiluhung nilainya dan harganya butuh ilmu yang lebih luas dan
dalam dan butuh evaluasi untuk meraba-raba dari orang-orang yang berpengalaman
dalam menoleh sistem dari isi negara ini indonesia, dalam pemikiran saya saya
berpikir ulang dan menata secara sistematis untuk melihat keadaan negeri ini
lebih “Deep Condolence”.
Ilmu
ku tidak seberapa untuk melihat dan menoleh isi dari indonesia bahkan
pengalamanpun masih “SE-UPRIT” dalam diri tetapi sedikit demi sedikit pemahaman
ini saling berintraksi dan terhubung secara logika dan logis tetapi masih
terlalu kurang tajam mungkin untuk bisa mengasah pemahaman untuk terus menjadi
tajam supaya tidak tumpul untuk terus berkembang dan melihat dari
keadaan-keadaan dari isi indonesia.
Indonesia
baik-baik saja malah sehat wallafiat dan sehat sentosa dari negara ini mungkin
yang tidak sehat itu isinya, isi dari elemen-elemen atau komponen-komponen yang
tidak beraturan untuk terus ingin istiqomah teratur mungkin nanti entah itu
tahun berapa dan kapan bisa menjadi teratur.
Saya
menghadiri event (acara) seminar COMPEST di universitas indonesia yang bertema
“Experience
the Impacful IT Knowleadge by Professoional Speakers” dan ada 3
narasumber yang sudah mempuni dari segi ilmu dan pengalaman-pengalaman yang
ditempunya ada dari Adi Tedjasaputra dari “User Experience for Big Data”,
Trevor Osborn dari “Intellegence Virtual Agent is it the Future of Customer
Service” dan yang ketiga perempuan mba Dayu Dara Permata dari “Startup Funding
Get Your Ideal Investor” dari ketiga narasumber dari acara seminar dari BEM
Fasilkom UI (Universitas Indonesia) semua menciptakan manfaat buat kami sebagai
kalayak (audience) untuk mengisi ilmu yang belum seberapa dan pengalaman yang
sedikit untuk belajar dari nara sumber ini.
Yang
ku tangkap dan kupahami itu aku belajar dan memahami dari narasumber yang
pertama dari bapak Adi Tedjasaputra dari pendiri start UP UX (User Experience)
yang membahas tentang masa depan dari database Big Data, Big Data disini adalah
sistem database internet yang kapasitas sistemnya untuk menyimpan dan menata
data-data negara ataupun seluruh negara secara kompleks dan pak Adi
Tedjasaputra juga memabahas keamanan (security) dan sistem penyederhanaan untuk
menampung data-data secara dicloud.
Disitu
pula setelah ingin selesai dari narasumber yang pertama ada sesi pertanyaan
untuk mahasiswa dan dosen (audience) untuk bertanya pak Adi memberikan hanya 3
pertanyaan untuk ditanyakan, ada salah satu mahasiswa UI yang bertanya, dari
tiga pertanyaan tersebut mahasiswa UI 2 orang dan dan satu lagi bukan mahasiswa
melinkan sudah bekerja dari tiga pertanyaan ini hanya 1 yang menurut ku
pertanyaan itu cemerlang menyangkut inovasi di negara kita indonensia.
Saya
lupa dari pertanyaan mahasiswa tersebur tetapi dari penjelasan bapak Adi
Tedjasaputra ini menjeleskan dengan bahasa yang mudah dan dapat dipahami oleh
para khalayak (audience) disitu mulai otak saya merefleksikan tentang potensi
SDM (Sumber Daya Manusia) kita yang ingin terus maju dan sedang
produktif-produktifnya dari tahun ke tahun betapa hebat orang-orang indonesia
ini potensi, superioritas, kemampuan, keyakinan dan kemandirian sudah dipupuk
hingga sekarang sehingga negara kita bisa menyaingi negara-negara ASEAN maupun
EROPA atau tingkat DUNIA.
Kenapa
otak saya mulai berfikir lagi sedemikian karna INDONESIA adalah rumah atau
wadah rest area kita orang-orang terpilih oleh tuhan untuk tinggal dibumi
adiluhung ini yang isi dari INDONESIA adalah elemen-elemen orangnya SDM-nya
(Sumber Daya Manusia).
Saya
hapir lupa langsung ke isi yang saya tuju dari tulisan ini, pak Adi
Tedjasaputra dari pendiri UX (User Exsperience) menejlaskan dengan sesuai
empiris (pengalaman) nya tenatang ingin membangun perusahaan (startup)
berkembang diindonesia bapak Adi Tedjasaputra ingin bekerja sama dengan
pemerintah terutama ijin dari KOMINFO ingin membangun perusahaan mikrocip untuk
negara kita mikrocip ini bukan sekedar mikrocip tetapi mikrocip ini mempunyai
multitasking dalam kemampuan disekitar dan pak Adi pun rapat dengan para
pejabat untuk mendiskusikan tentang membuat inovasi perusahaan mikrocip
diindonesia dan disanalah bapak Adi Tedjasaputra sudah males ditemani dengan
orang-orang DPR dan para pejabat untuk mengembangkan perusahaan ini disitu para
politisi menginterupsi dan membolak-balik alesan kenapa perusahaan ini dibangun
dan ingin didirikan (banyak cingcong) dan bapak adipun merasa males yang ingin
tadinya kerjasama secara koperatif dengan pemerintah dan sekarang nggan mau
kerjasama dengan pemerintahan kita.
Perusahaan
korporasi inipun sudah dikembangkan dan bekerja sama dinegara Malaysia dan
sekarang sudah berkembang dinegara orang lain bukan negara kita padahal yang
membuat ide dan inovasinya dari orang indonesia tetapi percaya atau tidak
mendirikan perusahaan yang bonafit ataupun niaga itu sangatlah sulit, ruwet,
kompleks dan rumit dinegara kita bahkan tim dari DICODING INDONESIA itu
kalau rapat dengan para politisi kebanyakan mereka hanya bisa
membalikan-membalikan kata entah itu logis atau tidak itu ciri has mereka
sebagai politisi.
Mungkin
problem kita adalah isinya bukan wadahnya seringkali kita menyebutkan dan
menjastifikasi wadahnya INDONEISA padahal ini dari wadah itu buka wadahnya yang
dijastifikasi mungkin terlalu banyak orang yang merauk untung bisnis dari
negara dan kalau kita bicara tentang negara harus didasari dengan ilmu dan
pengalaman dan pengetahuan disitulah mulai paham tentang betapa banyaknya
orang-orang aneh yang menyebabkan negara ini di caci maki oleh bangsanya
sendiri.
Terlalu
banyak orang yang men-Jeda sistem literasi produktif inovasi kita sehingga
negara ini terkadang dijuluki dengan tidak maju-maju bahkan tidak berkembang
tetapi percayalah apakah suatu peradaban negara ini tergantung dari sistem
politiknya ataupun hal lainya yang mengandung implikasi “MENDEG PERADABAN
INOVASI NEGARA KITA”

Comments
Post a Comment