Mengenal tetapi tidak Pernah Melihat

Mengenal itu adalah salah satu kedekatan diri kita dengan orang lain, orang lain siapa, siapa saja yang kita kenal bahkan sudah 1 tahun mengenalnya bahkan 3 tahun dalam mengenalnya hingga tau seseorang tersebut mempunyai kebiasaan serta kegemaran dan prilaku dalam diri seseorang tersebut hingga kita bisa memakluminya secara bijaksana terhadap prilaku personal dirinya.

Tetapi ada juga kita sering melihat tapi belum mengenal, mungkin contoh bukti kongkritnya didunia mendia sosial seperti Facebook, Twitter, Linked, Ask.fm dan Instagram, pengguna handphone melihat tetapi hanya sebatas via elektronik. Tetapi kalau kita menggunakan manfaat teknologi ini hanya untuk sharing di media sosial dan meskipun hanya sebatas via elektronik untuk kenal beberapa orang manfaatkan untuk shering dan berbagi ilmu untuk satu sama lain.

Tetapi apakah ada seseorang yang tidak pernah kita lihat tetapi semua bahkan seluruh dunia mengenalnya bahwa seseorang tersebut mempunyai nilai-niali luhur sungguh luar biasa dimata orang banyak, bukan hanya orang yang berbentuk fisik bahkan yang bentuknya secara metafisika (tidak terlihat) benda dan alampunmerindukan dirinya sebagai pemimpin mahestro dunia.

Kita sebuah saja namanya Muhammad, beliau adalah salah satu orang yang belum pernah kita lihat dalam wujud kongkrit fisiknya karena kita yang sekarang bukan hidup di jaman beliau maka dari itu kita tidak pernah melihat wujud beliau.

Seorang Muhammad belum bisa digambarkan entah itu seniman, sejarahwan, ataupun orang-orang yang mencintainya karena wajah dan seluruh bentuk fisik belum amat sangat sempurna luar biasa apalagi dalam wajahnya terkandung makna cinta dan cahaya yang belum kuat kita untuk melihat seorang diri beliau karena Muhammad adalah “Cahaya diatas Cahaya” beliau tidak punya bayangan (shadow) saking luar biasanya bentuk wujud fisik dari beliau sang suri taulladan pemimpin untuk umat Muslim diseluruh dunia.

Andaikan nabi Muhammad SAW hidup di jaman now atau kita yang sekarang pasti banyak orang-orang yang merindukannya pasti banyak orang yang ingin mengurusi beliau dan merawat beliau, karena yang menjadi suatu yang amat nomer satu di atas segala-galanya itu akhlak, beliau tak pernah marah bahkan saking luar biasanya kalau ada yang menghina beliau selalu beliau doakan kebaikan untuk diri orang itu yang menghinanya, itulah salah satu contoh kita sebagai umatnya harus mengikuti prilaku beliau dan kita aplikasikan ke dalam diri kita masing-masing bukti bahwa meneladani contoh prilaku beliau adalah salah satu cinta kita terhadap nabi dan rosul dan ketika kita mencitainya dengan menirukan prilakunya nabi dan para rosulpun ikut mencintai dan mendoakan kita didunia dan juga nanti hingga menuju akhirat.

Ada salah satu video cerita film pendek yang saya lihat diyoutube, film ini menjelaskan betapa sungguh ruginya mereka yang mencaci maki Muhammad SAW dalam menggambarkan seorang sosok dengan gambar kartun yang menurut kita tidak pantas kita lihat dan tidak pantas untuk di publikasikan.

Film pendek ini diaktori sebuah anak kecil yang gemar hobby menggambar disuatu kelas di eropa, dikelas itu terdiri dari lebih 20 murid atau siswa/i yang belajar, dan semua muridpun masuk untuk mengikuti pelajaran tersebut.

Mereka duduk dengan tertib dan sopan untuk mengikuti pelajaran yang ingin disampaikan oleh gurunya. Disitulah awal mulai belajar siswa/i diberikan satu eksemplar kertas untuk segera menggambar Muhammad yang sesuai dengan sampul depan karton Charlie hebdo.

Charlie Hebdo adalah sebuah media sartir (sindiran) asal prancis yang menampilkan kartun, laporan, polemik dan lawakan. Menggunakannya gaya bahasa yang cenderung formal dan mendengunkan non-konfromis, media ini di nilai anti religius dan sayap kiri.
Muncul pertama kali dari tahun 1969 hingga 1981 setelah itu menghilang, tetapi direstrukturasi kembali pada tahun 1992. Stephane Charb Charbonnier sudah menjadi editor sejak 2012 hingga kematiannya dalam pristiwa ini.

Dialog anak itu dengan hati kecilnya saat ingin mengambarkan seorang sosok Muhammad.

Wahai yang tercinta Rasullulah SAW
Hari ini disekolah, guru meminta kami melukis wajahmu
Aku suka melukis, tapi aku tidak pernah melihat mu
Lalu aku tutup kedua mata ku
Dan aku melihat air mata ibuku
Saat membaca kisahmu
Aku melihat ayahku shalat sepanjang malam
Aku melihat kakaku tersenyum, walaupun dia baru mendapat penghinaan di jalan
Aku melihat sahabatku meminta maaf kepada ku, walaupun aku bersalah
Aku ingin melukis semua gambaran ini
Di sini, orang-orang yang melihat semuanya, menyaksikan semuannya
Tetapi aku tutup kedua mataku
Dan aku lihat kau datang kepadaku, aku lihat kau datang kepada kami dengan senyuman yang paling sempurna
Bagaimana mungkin aku bisa melukiskan senyum yang sempurna?”
Guruku tidak memberiku kesempatan bicara saat aku ingin menjelaskan
Aku tidak menyalahkannya
Dia mungkin tidak pernah belajar mencintai seseorang yang tidak dilihatnya
Tapi aku, aku mencintai meski tak pernah melihatmu
Aku tidak begitu pintar dalam melukis tapi aku suka menulis
Aku ingin menulis kepadamu, ya Rasulullah
Jika saja kau bisa kembali hadir pada kami selama beberapa jam, beberapa detik, beberapa saat saja, mungkin akhirnya dia akan mengerti

Singkat cerita akhir dari film pendek ini seorang anak ini bukan menggambarkan seorang sosok Muhammad dengan teks (tulisan) bukan dengan menggambar, dan dibacalah oleh seorang guru tersebut dengan penuh hati yang terdiam dan penuh renungan.

Mungkin anak ini benar “Mereka Mungkin Tidak Pernah Belajar Mencintai Seseorang Yang Tidak Dilihatnya
Andaikan sosok Muhammad datang sebagai bukti kongkrit untuk membawa perdamaian dunia dan agama yang dibawanyapun sebagai agam yang “Rahmatan Lilallamin” bukan agama “Lil-Musllimin” bahkan bukan juga “Lil-Muminnin”.

Kartun tidak seberapa itu hanyalah gambar ide dari mereka dan kata sebagai penanda beliau mungkin tau apa yang dikerjakan mereka kepada dirinya tetapi mungkin itu hanyalah hal sepele bahkan mungkin beliaupun mendoakan mereka yang matanya masih belum terbuka masih keadaan tertutup, percayalah jika kalian melihatnya kalian tak sanggup melihatnya bahkan bisa jadi mengeluaran air mata ketika melihat dan berkomunikasi dengan beliau.


Bahkan tidak cuma hanya itu melainkan beliau saat dilempar batu dan kotoranpun tidak pernah marah dan tidak pernah untuk mengadili seseorang tersebut bahkan dari sahabat-sahabatnyapun tidak boleh untuk mencelakakan yang mencelakakan beliau bahkan bukan hanya sahabat-sahabatnya melinkat malaikatpun beliau tahan sekalipun untuk jangan mensakiti yang mensakiti beliau.

Comments

Popular Posts