Seni Itu Rupa

Seni itu yang tidak lepas dari warna dan gambar atau pola yang mengukirnya dan seni jugapun tidak hanya berbentuk tulisan atau gambar bisa juga dikategorikan sebagai ide kreatif seperti berbentuk origami dan rotanpun dikategorikan juga bisa mengandung nilai seni kreatif dan lain-lain.

Belajarlah dalam memahami seni agar kamu tidak hanya terpaku oleh satu diantara banyak hal didunia ini, seni itu indah dalam rupa, satu dari banyak rupa. Rupa bentuk atau warna yang digambar yang sesuai imajinasi kita untuk terus berkarya dan belajar dalam dimensi baru dan imajinatif.

Kenapa harus membuat karena pada hakikatnya yang tercipta sudah tercipta yang diciptakan oleh Tuhan semesta alam di buku besar (blockchain) lauhfullmahfud dan kita hanya bisa mengukir dan membuat dan ini salah satu bentuk indikator yang sudah menciptakannya. Tetapi terkadang kita suka tidak jelas dan angkuh terhadap apa yang kita buat seolah-olah itu adalah hak dan ciptaan murni kita terhadap apa yang kita buat.

Belajarlah kepada seni bahwa Seni Itu Rupa atau beragam dengan pola dan warna dengan unik dan juga pula artistik dan bahwa kita juga harus sadar (awareness) kita hidup dinegara yang mempunyai citra ragam berbeda suku, bangsa, budaya, bahasa dan agama hingga kulitpun berjenis tetapi semua itu memaknainya dengan kerja sama dan untuk kepentingan bersama dalam memaknai saling toleran bukan intoleran dalam memahaminya. Dan menjadi kesatuan dan persatuan yaitu bineka tugal ika yang digagas tidak hanya satu orang melainkan beberapa orang dan beragam orang untuk mengonpersi pemikiran dan menjadi satu tujuan.

Terkadang kita ini lupa bahwa kita ini siapa dan hidup dengan siapa disekitar bukan hanya dengan satu identitas yang berwarna merah dan bergambar darah tetapi ada banyak rupa-rupa jenis lainnya yang menjadi warna dalam presfektif mereka dalam memahami hidup masing-masing dalam prinsip begitupun warna.

Janganlah memaksa apa yang menjadi kehendak utama sebagai prioritas kita untuk memaksa orang lain harus beridentitas seperti halnya kita merekapun juga pasti mempunyai warna yang sesuai dengan dirinya (suitable) jangan memaksa apa yang harus tidak dikehendaki apalagi membuat negara kita ini untuk serupa.

Negara serupa membuat kita sulit untuk memaknai toleransi bukan hanya yang diserupakan itu fix menjamin bahwa warna merah akan menjadi warna merah fix dalam keadaan kukuh, melainkan pasti ada satu sama lain membelah diri dan menjadi merah pekat, merah cerah, merah coklat, dan merah kedarah-darahan.

Bagaimana kita bisa menyatukan bahwa memang hidup ini tak seragam, kalau kata almarhum mantan presiden yang ke 4 KH. Abdurahman Wahid atau Gud Dur “semakin kita berbeda maka semakin jelas titik-titik persatuan dan kesatuan itu” terkadang berbeda itu diasumsikan menjadi egosentris saling sikut, saling menggigit dan salang membius.

Merekalah orang-orang yang ingin memecah belah perbedaan kita bangsa kita merah dan putih yang menjadi tidak sewarna lagi untuk membuat bangsa ini bersatu dan gotong royong, dulu bangsa ini identik budayanya dengan gotong royong atau guyub saling satu sama lain membantu dan dibantu, menghormati dan dihormati, sapa dan menyapa. Toh sekarang sudah beda jamannya sudah jarang bahkan tidak ada langka dengan budaya gotong royong tersebut.

Sekarang bangsa kita tidak serupa lagi dengan filosofi seni bahwa harus sadar karena sadar adalah salah satu hal dalam diri fitrah setiap masing-masing insan (manusia) supaya dapat mengerti paham dan mafhum bahwa “SENI ITU RUPA

Jangan ada yang membiarkan bangsa ini dibelah belah atau dipotong kueh oleh bangsa biadab yang iri dengan negara kita yang bernama INDOENSIA kita cintai negara kita, kita sayangi negara kita dan kita kasihi negara kita. Jawabnya dengan apa? Hanya satu ku minta “FastabiqullQoirat” artinya “Berlomba-lombalah dalam kebaikan” kebaikan dalam ilmu, ilmu yang menjadi konsentrasi dirinya masing-masing dan menuangkannya dengan bentuk karya untuk bangsa dan negara.

Toh Tuhan itu sang maha pencipta dari 99 asmaul husna kitapun haru bisa membuat meskipun ciptaannya sudah ada dibuku besar (blockchain) “lauhfullmahfud” aku mempercayai bahwa setiap manusia pasti punya karya entah itu karya sekecil apapun yang pasti buat apa tuhan menciptakan kelebihan dan kekurangan dan bukti kongkrit hidup di alam sebegitu luasnya tidak ada yang sempurna melainkan satu dirinya yang menciptakannya.


Comments

Popular Posts