Cinta Kasih Lokal



Grup Warkop, dalam sebuah acara Valentine’s Day di Jakarta, sambil bercanda memberi waktu tiga detik kepada hadirin untuk menyatakan cinta kasih. Mereka pun tergopoh-gopoh memeluk pasangannya, mengecup pipinya, serta mengungkapkannya dengan spontanitas masing-masing.

Setidaknya dalam acara itu, makna cinta kasih dilokalisir menjadi hanya cinta kasih seksis, yakni cinta kasih antarlawan jenis. Itu tentu saja jauh lebih sempit dibanding wilayah cinta kasih kemanusiaan yang sesungguhnya.

Setidaknya dalam acara itu, yang dimaksud cinta kasih adalah kemesraan antar - “merpati” yang berpasangan, antar-anggota dari strarta sosial tertentu, antarlingkaran-lingkaran kecil dalam masyarakat yang tidak dihubungkan dengan wilayah lingkaran di luarnya yang amat jauh lebih luas.
Mencintai kekasih adalah bagian amat kecil dari cinta kasih kemanusiaan “Kekasih” hanya satu - atau mungkin plus orang-orang terdekat. “Kemanusiaan” berarti semua manusia, yang lewat hitung-hintungan tertentu (structural-kontekstual umpamanya) bisa kita prioritaskan manusia-manusia mana yang paling memerlukan cinta kasih.

Mungkin manusia yang paling membutuhkan uluran kasih kita adalah orang-orang yang tak kita kenal, tak kita tahu namanya, tak termasuk dalam kesibukan kita yang terisi oleh nafkah yang lancar, oleh jumlah uang, rumah bersih kita, rencana-rencana menu kita, cita-cita karir kita, dan seterusnya. Mereka mungkin tak begitu kita kenal, kurang kita ingat atau kita perhatikan, padahal jumlah mereka berpuluh-puluh juta.

“Hari Cinta Kasih”, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, amat gampang kita ucapkan, dan oleh karena itu amat gampang menjadi bumerang dosa dan kemunafikan kita, yang mungkin saja tak kita sadari.

Cinta kasih kita bersifat lokal. Tidak Nasional, tidak Universal, apalagi Kosmopolit atau wordwide (menduia). Cinta kasih semacam itu agak kurang pantas kita sebut sebagai cinta kasih. Sebenarnya itu keasyikan. Level tertentu dari kondisi “mabuk”.
[Buku : Secangkir Kopi JON PAKIR, Emha Ainun Najib, Hal ; 156-157]



Comments

Popular Posts