Perubahan yang Menuntut Waktu



Berakhir masa liburan tak henti-hentinya untuk silaturahmi atau sowan kepada teman-teman sejawat maupun kawan yang melekat (best friend) dan maupun kawan tidak sepenuhnya kenal cukup kenal by friend to my friend. Tetapi semua itu tetap ku anggap sebagai kawan seperjuangan untuk mengenang masa-masa prilaku dahulu dan sekarang.

Seiring berubahnya waktu dan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan (indologi) dan paling terpenting seiringnya banyaknya juga pengalaman (experience) yang mampu mewarnai setiap masing-masing insan dimuka bumi ini, entah itu perubahan prilaku yang dahulunya nan jahat dan usil sekarang beranjak seolah-olah bukan dia seseorang yang seperti halnya dahulu kala. Adapun halnya orang yang benar-benar di pandang jelek toh setelah tujuh tahun tidak bertemu sekarang sudah menjadi orang yang bukan ku kenal lagi waktu dahulu.

Ternyata sangat sulit untuk diprediksi atau ditebak dengan pikiran-pikiran yang dahulu tetang orang-orang yang sebelumya kita kenal menjadi berubah sangat deras seiringnya perubahan waktu dan pengalaman yang mereka dapatkan.

Pada bulan februari bertepatan dengan hari libur kuliah saya bertemu dengan salah satu kawan lama waktu sekolah di MTS (Madrasah Tsanawiyah) bekasi jawa barat, tidak terasa sudah 6 tahun lamanya kita tidak berjumpa sowan ke kawan waktu di Madrasah Tsanawiyah itupun tidak disengaja untuk kami bertemu di daerah cikarang jawa barat.

Ketika saya lulus (graduate) MTS (setara dengan SMP) sayapun lulus untuk mencari ilmu dikota orang yang dahulunya disebut sebagai kota santri yaitu kota cianjur bila sekarang entah yang dinamakan kota santri itu masih layak namai dengan sebagai nama kota santri?

Bukan mencari ilmu dialam bebas dalam artian diluar tetapi lain halnya dipondok pesantren cianjur yang statusnya sebagai pesantren modern, mencari dan menemukan, belajar dan sabar akan peraturan pesantren yang makin hari semakin padat untuk menjalaninya tetapi allhamdullilah banyaknya buah yang dipetik dalam pembelajaran dikota cianjur tersebut.

Diapun ternyata setelah lulus dari SMA (Sekolah Menengah Atas) nyatanya pesantren juga dipondok salafi tidak disangka dan tak menyangka waktu dulu diapun bukan orang baik melainkan orang-orang kiri yang hobby untuk peperangan atau tawuran.

Tetapi lain hal ketka bertemu dengan kawan lama ternyata jiwa spiritualnya mulai memuncak galau dan cemas mulai datang dan kekawatiran-kekawatiranpun mulai dirasakan oleh dia yang berproses pembelajarannya beberapa tahun sebelum bertemu dengan dirinya. Orangnya santai kalem dan tidak banyak dalam berbicara sewaktu dulunya.

Lumayan keget dan ternyata setiap masa lalu orang itu terbentuk di masa kininya dan yang masa kini yang bagus akan menciptakan masa depan yang bagus luar biasa dalam setiap proses insan manusia.
Perubahan waktu terus menuntut kita untuk terus produktif dan berubah dalam menyikapi setiap proses masing-masing manusia karena kita tidak pernah tau manusia yang ahulu kita kenal yang baik ataupun yang buruk kita tidak pernah bisa memprediksi bahwa tak semua orang berproses di rel terdahulunya masing-masing.

Entah seberapa laju lagi perubahan-perubahan manusia dalam prosesnya berakhir dan janganpun hal nya manusia yang proses dalam berubah melainkan zaman dan alam semesta terutama ibu dari segala ibu kita yaitu tempat tinggal kita adalah bumi.



Comments

Popular Posts