Merawat Kebangsaan Lewat Karya Untuk Indonesia
Beberapa
pertanyaan yang tersirat dibenak penulis memberi gambaran untuk bagaimana
merawat kebangsaan negara kita yang ditemati oleh semua komponen unsur warga
negara indonesia supaya negara adiluhuing ini menjadi negara yang bisa terus
menciptaakan karya-karya hal kecil dan besar adalah apresiasi tumbuhnya sumber
daya manusia untuk terus cinta negara indonesia supaya hadirnya rasa kebangsaan
lewat karya-karya oleh rasa cinta akan bangsa-bangsanya.
Dahulu
menciptai rasa akan kebangsaan itu lewat perjuangan dari berbagai pelopor
seperti santri, mahasiswa, kiyai/ilmuan/tokoh agama, organisasi, aktivis dan
berbagai kalangan warga indonesia yang harus mengambil haknya untuk
memperjuangkan kemerdekaannya supaya apa yang di capai oleh rakyatnya hadir dan
timbul akan rasa cinta kebangsaannya.
Hadirnya
rasa kebangsaan dalam sanuberi setiap warga negara, sanubari yang terdapat di
dalam hati untuk hadirnya muncul rasa nasionalisme setiap orang masing-masing
dalam warga negara, tetapi nasionalismepun harus didasari dengan budi pekerti
atau akhlak yang baik baru akan menhasilkan rasa nasionalisme dan kebangsaan
kemanusiaan (good the humanity).
Tetapi
potret gambaran kebangsaan dari tahun ke tahun mulai berganti persipektif nya
karena perubahan yang terus berganti akan perubahan dunia mungkin menurut
perspektif tahun 1990-han itu di hadiri dengan perjuangan, perjuangan melawan
penjajah dari belanda dan jepang untuk mengambil kembali otoritas hak bangsa
indonesia.
Tetapi
dalam perspektif tahun 1997 hingga tahun 2020 dan seterusnya perspektif yang
ada ditahun 1990-han kebelakang itu jelas berbeda. Mungkin dalam era 1997
sampai dengan 2020 rasa kebangsaan didasari dengan tingkat kecintaann kualitas
insan manusianya dalam menyikapi kebangsaan tersebut entah itu dalam hal apa
yang jelas lewat karya-karya anak bangsa yang mengedepankan hak cita-cita atau
keinginannya untuk membawa negara ini lebih kepada manfaat dan didasari dengan
rasa kebangsaan terhadap cita-citanya yang diraih sampai mengantarkan negara
ini menjadi ranking pertama di bandingan negara-negara lain.
Karya
apa yang di buat (create) oleh
bangsa-bangsa kita. Diera industri 4.0 ini dunia teknologi mendominasi dan
paling seksi untuk menjadi tantangan di masa depan karena banyak karya-karya
lokal ataupun non lokal yang dihasilkan oleh bangsa-bangsa ini entah itu dari
segi kemanfaatannya ataupun dalam segi ilmu barunya di buat oleh bangsa-bangsa
ini lewat karya-karya sederhana tetapi bisa mebawa negara ini ke kancah asia
bahkan eropa.
Bukan
hanya sekedar karya yang dibangun oleh mereka melainkan tumbuh karya-karya yang
produktif, kreatif dan inovatif dalam menumbuhkan keilmuannya secara hipotesa
dan analisis kecemasan permasalahan (problem
solving) terhadap situasi negara ini untuk membawa perubahan yang dibuat
oleh bangsa ini dan menjadi manfaat bagi orang banyak sekalipun.
Karen
di era industrialisasi 4.0 ini mengadirkan berbagai ilmu-ilmu baru yang
bermunculan dalam perkembangan gaya hidup semua umat manusia mereka yang bisa
sekalipun berkarya dengan hal-hal kecil pemanfaatan-pemanfaatan terhadap
teknologi bagi hidup mereka misalkan untuk marketing daring, education daring
dan hal-hal yang bersifat hal yang menjadi produtifitas bangsa-bangsa ini
dengan melahirkan kegiatan-kegiatan baru dalam merawat rasa cinta akan
kebangsaan ini untuk negara indonesia.
Rasa
kebangsaan akan tumbuh pesat bagai kalangan generasi 1997 sampai 2020 dan
seterusnya hingga dunia industri selanjutnya bahkan sampai dunia digitalpun
sekalian. Anak-anak bangsa ini yang apresiasi dalam mencitai rasa akan memiliki
kebangsaan ini tumbuh proaktif dalam aktifitas sehari-harinya dengan hal-hal
yang bersifat membangun dan manfaat untuk terus melahirkan bunga-bunga baru
dalam negara ini. Maka tumbuhnya tunas-tunas baru bermekaran disitulah
tumbuhnya hal-hal bunga-bunga indah bermekaran sehingga apa yang
dicaita-citakan oleh bangsa ini terlahir dengan gaya sekaligus baju baru lagi
untuk menyikapi rasa cinta kebangsaan ini.
Jadi
bila rasa kebangsaan pada tahun nenek moyang kita berjuang untuk melawan
penjajahan dan menindaki kebodohan disitulah lahir rasa cinta kebangsaan dan
nasionalisme yang tumbuh untuk tersu merawat negara adiluhung ini menjadi
negara yang statusnya merdeka.
Tetapi
beda halnya dengan dijaman 1997 hingga 2020 rasa cinta untuk menyikapi
kepemilikan jiwa kebangsaan ini didasari dengan karya-karya apik, bukan hal-hal
yang hanya ingin dipandang eksis saja atau bukan juga mencari dan sibuk
menyalahkan orang-orang disekitar untuk merawat kebangsaaan di negara ini kalau kita sibuk dengan hal-hal seperti itu
tidak ada untungnya sekalipun bagi kita untuk memiliki rasa cinta kebangsaan
untuk negeri indonesia sekapiun.
Melinkan
merawat dengan segenap karya-karya yang dihasilkan oleh rasa cinta cita-cita
atau keinginan yang wujudnya bermanfaat bagi sekitar dan orang-orang yang kita
cinta hingga melahirkan karya-karya itu menjadi karya yang wujudnya manfaat dan
dihasilkan dengan prestasi pekerjaan yang nyata sekaligus kepada simbiosis
mutulisme terhadap cinta rasa kebangsaan untuk merawat negara indonesia rumah
kita sendiri.
Mari
kita ciptaan rasa cinta akan kebangsaan untuk era sekarang kitapun harus
pintar-pintar membaca jaman yang kian derastis merubah gaya, tren, role model,
pendidikan, regulasi dan hal-hal lain hingga saat ini begitupun tidak cuma
hanya bisa membaca melainkan adaptif (human
adaptif) terhadap gejala-gejala perubahan yang membuat kita tidak
terpikirkan untuk terus berubah setiap tahun ke tahun.
Sebenarnya
rasa cinta akan kebangsaan itu mulai hal dari kecil yaitu merawat diri kita
pribadi (self personal), mencintai
diri kita pribadi (self personal lovely)
dan yang terakhir mencari jati diri keinginan dan rasa tahu ingin tahu terhadap
diri pribadi sehingga menjadikan keinginan dan ketertarikan itu bisa timbul
dalam diri setiap jati diri bangsa supaya apa yang ditemukan oleh bangsa
tersebut bisa dirawat dan merawat apa yang dicintainya oleh dirinya.
Ketika
merawat dan menemukan jati diri bangsanya hingga timbul rasa percaya diri
terhadap dirinya tidak (inlander)
tidak percaya diri. Tetapi mempercayai dirinya apa yang menjadi fokus dan
mencintai apa yang disukainya lahirlah karya besar (grandesign) yang terlahir dalam kepercayaan diri pribadi sehingga
menghasilkan tumbuh rasa cinta puas akan apa yang menjadi capaiannya dan
mencintai dirinya timbul rasa kebangsaan yang didasari dengan hasrat puas dalam
meberikan juga terhadap konstribusi bagi negara.
Hanya
ini artikel tema untuk “MERAWAT
KEBANGSAAN LEWAT KARYA UNTUK INDONESIA” sebagai tanda bahwa rasa cinta akan
kebangsaan itu harus dibuktikan dengan karya nyata setiap bangsanya supaya apa
yang dicita-citakan menjadi andil besar dan konstribusi untuk bisa terus
merawat rasa kebangsaan dengan karya-karya kepada indonesia.
Semakin
banyak orang-orang yang terus berkarya dalam hal yang dicintainya semakin
banyak juga bangsa-bangsa yang tidak minder atau percaya diri lagi terhadap
dirinya sebagai bangsa indonesia untuk mengakui rasa cinta akan kebangsaannya
terhadap bukti nyata besar bahwa merawat kebangsaan dengan bukti nyata bahwa
lewat karya-karya negara kita indonesia akan terus baik dan mampu memperbaiki
dirinya sebagai warga indonesia.

Comments
Post a Comment