Penjual HP yang Was-Was


Ada beberapa kisah yang tersimpan di brain memory saya untuk menyimpulkan beberapa para pedagang yang antusias akan maraknya perkembangan dalam pergaulan dan hal-hal yang bersifat modern atau tren saat ini.

Beberapa bulan dari hal yang saya temua untuk menelaah anak-anak muda ataupun yang dini menuju proses dewasa itu entah semakin hilang zaman keindahan dimasa kecil dan menuju masa transformasi dewasa dimasa kesadaran.

Proses keindahan di masa kecil pada tahun 1997 sampai dengan 2007 dan 2010 itu dimana masa anak-anak kecil bermain lepas dan penuh antusias kesenangan untuk dizaman tahun mereka hingga lepasnya bermain permainan lokal entah itu dalam tradisi permainan, budaya permainan dan segala jenis permainan yang bersifat konvensional dizaman mereka.

Mereka sadar akan posisi dan perannya sebagai layaknya anak kecil yang benar-benar bahagia ketika bermain dan lepas bermain sehingga mereka tidak kenal waktu bahkan lupa akan posisi waktunya untuk berhenti bermain sudah terbenam pajarnya matahari.

Diposisi era 1997, 2015 hngga 2010 itu di jaman mereka tidak kenal peralatan-peralatan modern seperti layaknya orang-orang yang di era anak kecil di zaman 2015 hingga sekarang 2018. Anak-anak Generasi yang di era 2015 hingga 2018 rasanya sudah kehilangan jiwa ke bahagiannya untuk merengut permainan-permainan lokal waktu di era dahulu yang sekarang berbeda jauh dengan diera 2018, entah bagaimana anak-anak selanjutnya untuk sadar batasan-batasan dan orang tua untuk menjaga dan memonitor anak-anaknya menuju perubahan-perubahan yang terkadang tidak terduga sebelumnya.

Transformasi industry 4.0 akan mengubah perubahan dunia di era penuh perbaharuan ini terutama di tahun 2025 untuk menjaga tradisi dan budaya lokal kita tidak hilang dan punah begitu saja secara terkikis dan hilang entah kemana.

Sulitnya untuk membendung ini semua dan tidak bisa untuk di bending dengan alih-alih bahwa yang salah dari orang-orang yang menciptakan perubahan secara global kita yang seharusnya menertibkan diri kita masing-masing untuk mengontrol dan tahu mengenai batasan-batasan dari perubahan-perubahan hari ini dan seterusnya. Manusia hari ini dan seterusnya harus adaptif untuk singgah di kota-kota baru yang belum terduga saat ini.

Tetapi terkadang dari merekanyapun sulit untuk mengakomodir diri personalnya masing-masing supaya terjaga dari hawa nafsu oleh diri kita masing-masing menuju era keterbukaan informasi.
Yang jelas setiap yang tercipta akan tumbuh dan menjadi besar dan setiap yang sudah tumbuh akan menimbulkan juga degradasi-degradasi yang bersifat menurun dan hilang hingga menimbulkan perubahan-perubahan yang berkesinambungan (sustainable).

Bahkan aku sempat berbicara dengan pedagang elektornik atau konter handpone di daerah bogor plasa zambu 2 yang dimana took atau market disana banyak toko-toko yang bersifat elektronik sepeti handpone, leptop dan asesoris-asesoris yang bersifat elektronik.

Ditoko sana saya memang niatan untuk membeli sebuah handpone yang harga budget nya standar murah dan dengan kualitas yang mempuni dan dikonter A lah saya menemukan handpone tersebut untuk dibeli seharga uang yang saya bawa dan disitulah sedikit membuka obrolan yang terkadang membuat hati saya kaget untuk menerimanya akan kesadaran orang tua terhadap anaknya.

Kata beliau memang ade beli HP untuk apa, jawab saya, untuk kebutuhan komunikasi dan sekolah saya, oooh iya kalau itu bagus tetapi bila tidak bagus atau tidak wajar itu ketika ada anak kecil yang sekarang anak-anak yang mainanya handpone entah itu anak-anak SD, SMP dan lain-lain. Dahulu sewaktu saya kecil tidak ada alat-alat elektronik ini dikehidupan saya dan sekarang malah tidak terduganya saya menjadi paham malah menjadi pedagang konter handpone untuk menjual alat-alat elektornik ini ke pelanggan.

Tetapi sayapun ragu-ragu ketika anak-anak saya yang umurnya belum seberapa masih SD sudah bukan meminta uang lagi tetapi meminta dari sekedar uang yaitu alat komunikasi handpone untuk dibawa kekehidupannya sebagai kebutuhan primer dan mulailah was-was saya untuk mempercayai penggunaan handpone ini untuk diberikan kepada anak saya yang masih kecil saya takut masa kecil anak saya tidak sebahagia dengan masa kecil yang sewaktu dulu.

Ucap saya hal-hal elektornik sebeneranya itu PR besar untuk para orang tua didik dalam membatasi anaknya untuk bermain handpone dimasa anak-anak tetapi bila alat-alat canggih tersebut itu bersifat manfaat untuk dimanfaatkan sebagaimana manfaat menumbuh kembangkan produktifitas dan kreatifitas anak-anak kita dalam metode wahana pembelajaran entah itu bersifat games ataupun yang mencakup edukasi untuk si anak tidak apa-apa asalkan satu dibatasi dan jangan terlalu intes untuk penggunaan alat canggih karena takut di salah gunakan untuk adik-adik kita yang menlihat keterbukaan informasi ini.

Dalam cerita ini saya tidak menyangka bahwasanya masih ada beberapa yang peduli sekalipun itu pedagang alat tersebut tetapi masih mengenal batasan-batasan dalam seberapa pengaruhnya untuk generasi-generasi kita untuk was-was terhadap suatu hal-hal baru.


Comments

Popular Posts