Harmoni Manusia dan Harmoni dengan Tuhan

Salah satu kutipan dari buku bj habibi dengan sedikit menuangkat pemikirannya dan kebiasaan baiknya untuk patut kita contoh atau lihat untuk evaluasi belajar kita ketika kita hidup dengan kemanfaatan pribadi masing-masing manusia.

Jika saya melakukan sesuatu, semuanya harus bersih agar otak dalam keadaan jernih, tidak terganggu, dan tidak stres. Saya tidak biasa membayangkan apa yang terjadi jika otak manusia itu terganggu, padahal dia harus melahirkan ide-ide kendatipun ide itu relatif kecil. Keseimbangan itu bisa tercapai dengan pengabdian kepada Tuhan. Bukan berarti setelah sembahyang lima kali sehari, semuanya sudah beres. Atau setelah saya sembahyang itu memaki-maki semuanya. 

Saya piker lebih baik orang itu tidak sembahyang, tetapi hidupnya sesuai dengan norma-norma masyarakat dari pada sembahyang terus, lima kali naik haji, tetapi karena sikapnya ada orang lain sangat tersakiti. Kalau orang bisa harmonis dengan masyarakat, harmonis dengan Tuhannya, saya tidak ingat siapa-siapa. Saya hanya ingat Tuhan. Setelah sembahyang barulah saya berdoa. Ingat ibu, ingat istri, ingan anak, kawan-kawan, rakyat dan bangsa atau Negara.


Kalau orang bisa harmonis dengan masyarakat, harmonis dengan Tuhannya, terdapatlah keseimbangan hidup. (Dirangkum Buku, The Power Of Ideas, Bj Habibie).

Comments

Popular Posts