Industrialisasi Manusia


Beberapa hari kedepan saya sempat berdiskusi dan bercerita kepada teman-teman di kampung untuk membahas tentang berkesinambungan anak-anak yang usianya sangat muda menjadi ketergantungan ketika lulus di pendidikan (fresh Graduate) SMK atau SMA (vocational/senior hight school) itu masih banyak ketergantungan dalam bekerja fokus kepada pekerjaan industrialisasi. Meskipun apa yang dibahas tidak se-serius ketika saya berdiskusi dikampus dengan teman-teman dari latar belakang berbeda dan fakultas yang berbeda, bila dikampus itu mungkin jatuhnya sharing atau tukar fikiran antar ilmu dengan ilmu atau pengetahuan yang didapan oleh orang lain.

Tetapi bila dikampung rasanya lebih santai dan bisa memberikan ide-ide yang solutif dengan pemikiran yang tidak hanya berdiam atau statis duduk saja. Dengan secangkir kopi untuk kami nikmati sebagai kenikmatan yang membuat kami supaya tidak ngantuk dalam berdiskusi.

Disisilain ada beberapa orangpun yang sempat respond an baru sadar terhadap persoalan saat ini dan kebiasaan manusia saat ini dengan menjadikan patokan utama dalam mencari pekerjaan itu dengan fokus kepada instansi industri. Terutama perusahaan-perusahaan industri yang paling terbanyak di Indonesia adalah :

Kawasan Industri Karawang memiliki banyak sekali pabrik dan juga perusahaan. Secara keseluruhan ada sekitar 78 perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang produksi. Namun sebagian besar bergerak dalam bidang otomotif seperti pabrik motor dan perusahaan lain yang rata-rata berasal dari Jepang. Kawasan ini surga bagi pencari kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan dengan gaji super fantastis.

Kawasan ini masuk ke dalam UMK Karawang yang per bulan harus membayar Rp3.330.505,00. Gaji ini jauh lebih banyak daripada mereka yang bekerja di Jakarta. Tidak mengherankan jika banyak orang dari Jakarta atau kota-kota besar lain di Indonesia memilih untuk mendapatkan pekerjaan di kawasan industri seluas ribuan hektare ini.

2.      Kawasan Industri Bekasi – Jawa Barat
Selanjutnya ada kawasan industri Bekasi yang juga memiliki banyak sekali perusahaan berdiri di sana. Kawasan ini paling dekat dengan Jakarta hingga industri yang berkembang di sana berjalan dengan sangat baik. Setidaknya ada 75 perusahaan yang berdiri dan menjalankan produksinya di sini. Total ada ratusan ribu lapangan pekerjaan yang bisa terserap dari penduduk sekitar atau orang yang datang dari wilayah yang jauh.

Gaji yang diberikan di daerah ini berkisar Rp3.327.160,00 untuk kawasan kota dan Rp3.261.375,00 untuk wilayah kabupaten. Dengan UMK yang sebesar ini, tak mengherankan jika kawasan ini selalu diincar oleh banyak sekali orang di Indonesia. Bahkan UMK di atas berada di atas dari yang ada di Jakarta.

3.      Kawasan Industri Pulogadung – Jakarta
Pada tahun 2016 ini, Jakarta menetapkan UMK mereka menjadi Rp3.100.000,00. Upah ini terbilang rendah dari tuntutan para buruh yang meminta gaji hingga Rp4.200.000,00. Kawasan industri di Pulogadung termasuk kawasan industri yang cukup vital. Di sini terdapat kurang lebih 40 perusahaan yang rata-rata bergerak dalam bidang farmasi, pangan, dan otomotif.

Meski memiliki gaji yang cukup besar dan diminati banyak orang. Kawasan ini memiliki biaya hidup yang cukup besar. Jadi bisa dibilang apa yang didapat terkadang tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Meski memiliki biaya hidup paling tinggi, kawasan ini tetaplah diminati banyak orang. Jakarta adalah mimpi bagi banyak orang yang ingin sukses meski akhirnya sering kandas.

4.      Kawasan Industri Surabaya – Jawa Timur
Kali ini kita beralih ke bagian Timur dari Pulau Jawa. Kawasan industri yang berada di Surabaya cukup banyak diminati oleh pekerja yang berasal dari pelosok Jawa Timur. Mereka ingin mencari peruntungan di kota yang memberikan gaji UMR sebesar Rp3.045.000,00 atau selisih Rp55.000,00 saja daripada Jakarta. Keadaan ini membuat banyak orang urung ke Jakarta dan memilih Surabaya yang secara biaya hidup jauh lebih murah.

Kawasan industri di tempat ini memiliki puluhan perusahaan yang sebagian bergerak dalam bidang garmen, makanan, hingga alat-alat elektronik. Jika anda menginginkan tempat kerja yang cukup bagus dan biaya hidup murah, anda yang berada di kawasan Jawa Timur disarankan untuk mencari pekerjaan di sini.

5.      Kawasan Industri Pasuruan – Jawa Timur
Kawasan industri Pasuruan yang terletak di Jawa Timur memiliki luas 518 hektare. Saat ini terdapat 119 perusahaan dan menyerap 23.000 pekerja dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga nasional. Kawasan industri di Pasuruan banyak bergerak dalam bidang makanan dan minuman. Namun ada juga perusahaan otomotif yang beroperasi di sini.

Gaji yang kemungkinan akan didapatkan jika bekerja di kawasan ini adalah Rp3.037.500,00. Sesuai dengan UMR dari daerah Pasuruan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski berdekatan dengan Kota Malang, kawasan ini justru memiliki upah minimum yang sangat besar, bahkan selisih nyaris Rp1.000.000,00. (Sumber : https://www.boombastis.com)

Begitu luasnya 5 kota yang tergolong sebagai kategori industri yang paling luas dan banyak pekerja-pekerja untuk mengasuh rezeki. Tetapi yang akan dibahas dalam diskusi tersebut bila kelangsungan manusia sekarang atau masa depan instansi pendidikan ataupun universitas harus mekankan juga kepada anak didiknya bahwasannya ketika manusia atau lulusan-lulusan itu sudah selesai dalam dunia pendidikan entah itu dari perguruan tinggi ataupun dari yang nota benenya SMA/SMK harus ada pendidikan kewirausahaan atau wirausaha kreatif dalam mebangkitan manusia-manusia kreatif supaya tidak ketergantungan kepada industrialisasi.

Jadi sebenernya ketika ini menjadi persoalan banyak manusia yang mengandalkan di dunia kerja atau industri, boleh saja di industry tetapi masa hidup seseorang ketika bekerja di industri tidak menjamin orang tersebut akan memberikan karya kesuksesan personal untuk dirinya ataupun untuk keluarganya, maksudnya dalam artian tidak menjamin karir yang diindustri akan membuat kita berkembang. Harus ada hal yang dibawa dan dibangun entah itu ketika kita pengsiun di suatu perusahaan dengan menanamkan ilmu baru lagi untuk membangun wirausaha personal untuk kita. Contohnya mempunyai usaha atau UMKM dirumah meskipun itu dinilai kecil entah itu pendapatannya, tidak masalah.

Tetapi ketika manusia atau lulusan-lulusan seperti SMA/SMK hari ini dengan mengandalkan bekerja di industri dan tidak dengan kontrak yang tetap itu sama saja diulang-ulang bagi dirinya untuk bekerja, karena saya analisis kebanyakan para pekerja anak muda ketika di mampunyai penghasilan yang mempuni dari hasil gajihnya itu tidak di tabung (saving) untuk kebutuhan masa depannya untuk rencana-rencana lain entah itu membuat usaha atau hal lain bagi dirinya.

Ketika manusia entah itu dari latar belakang pendidikan perguruan tinggi atau bukan yang masih mengandalkan ke industri hidupnya sepanjang masa kemungkinan hidup untuk membuat diri bebas itu tidak ada yang ada hanya dikekang oleh sebagian aturan-aturan perusahaan sehingga kita terus seperti itu hingga tidak ada perubahan untuk diri kita sendiri.

Maksunya bukan berarti melarang dalam berkarir didunia industri tetapi jangan terus kita kebergantungan atas pekerjaan yang kita tekuni diindustri tersebut tidak kita kembangkan lagi untuk ilmu implementasi diluar untuk membuat hal-hal baru yang bersifat menguntungkan bagi kita dan lingkungan.

Saya simpulkan bahwasannya bukan berarti tidak boleh untuk mencari pengalaman kerja tetapi ketika kita punya ruangan kerja entah itu berposisi tetap di perusahaan tersebut atau tidak tetap setidaknya pasti ada sudahnnya untuk menjalani aktivitas di perusahaan atau tempat kerja yang saya sarankan selajimnya kita sebagai manusia yang mampu berfikir secara aktif dan punya kemampuan kreatif harus juga membuat ruang bagi dirinya dalam mengupayakan karyanya untuk kebutuhan yang bisa berkepanjangan entah itu dalam bentuk wirausaha ataupun kemampuan-kempuan lainya. Supaya tidak sia-sia akan hidup dimuka bumi ini dengan apa adanya.

Comments

Popular Posts