Welcome to Digital Native New Era Covid-19

Sejak tanggal 11 Maret 2020, WHO menetapkan virus corona (covid-19) sebagai pandemi global. Tanggal 2 Maret 2020, Pemerintah pertama kali mengumumkan dua kasus positif di Indonesia. Sampai dengan tanggal 14 Juni 2020, sebanyak 38.277 kasus terkonfirmasi. (www.djkn.kemenkeu.go.id)

Tidak terasa tantangan demi tantangan negeri kita sedang dilanda musibah yang amat luar biasa setiap harinya kita selalu diinformasikan dengan kematian karena pandemic covid-19, yahh memang tanpa virus pandemipun banyak orang yang meninggal dan bedanya tidak banyak media yang meliputi orang tersebut karena mati penyakit bawaan tentu ini sebelum virus corona melanda negara Indonesia. Tetapi sekarang kita banyak mendengan tetang kematian bahkan bukan hanya diberita-berita dilokasi masing-masingpun kita menyaksikan kematian tersebut.

Kemudian sampai hari ini pandemi ini belum selesai ditangani oleh pemerintah pusat karena tantangannya lumayan besar buat para pejabat untuk mengurusi negara berkepulauan ini lumayan besar. Itu hanya waktu yang biasa menjawab dan pemerintahan pusat yang harus ikhtiar dan serius untuk mengendalikan negara tercinta ini.

Disisi lain hadirnya virus pandemi dan banyaknya peraturan dan kebijakan darurat yan diterbitkan oleh pemerintah seperti new normal, pjj, ppkm, lockdown dan lain lain sehingga masyarakat bisa terlindungi dan aman terhadap kebijakan-kebijakan yang sifatnya darurat karena virus pandemi (covid-19). Tetapi faktanya kebijakan darurat yang dibuat pemerintah tidak semua berpihak kepada rakyat masih adanya tumpang tindak dan ketidak adilan untuk meneribitkan kebijakan darurat tersebut. Mungkin bagi masyarakat yang hight class & middle class masih bisa membuat dirinya aman tetapi small class itu harus dipikirkan dan dipertimbangkan secara matang-matang.

Apalagi ditambahkan kasus bandos (bantuan social) yang aji mumpung disaat pandemi pejabat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan pribadinya.ini problem nyata untuk pemerintah dimana pemerintah harus hadir sebisa mungkin dengan adanya wabah ini menghantam warga negaranya.

Ditambah sektor pendidikan mengalami drastis perubahan yang tadinya tatap muka seperti biasa sekarang PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau online disetiap masing-masing rumah saya bersiasat baik untuk pendidikan kita karena pendidikan hari ini yang belajar bukan hanya anaknya yang sekolah tetapi orang tuanyapun harus ikut-ikutan sekolah dan mengajarkan anaknya dirumahnya masing-masing pendidikan daring ini pihak sekolah tidak bisa berjalan secara mandiri tanpa adanya kerja sama pendidikan formal (sekolah) dan pendidikan informal (keluarga) tetapi bagaimana bila keluarganya generasi old tidak paham tentang kegunaan dan manfaat teknologi untuk belajar anak ?

Disisi lain orang tuapun harus belajar secara mandiri dengan aset tekologi dengan autodidak begitupun dengan masing-masing anak tetapi saya percaya kecepatan untuk belajar secara mandiri antara orang tua dan anaknya itu pasti lebih cepat anaknya dibandingkan dengan orang tuanya dengan menggunakan teknologi seperti whatsapp, google class room dan aset-aset teknologi yang lainnya.

Karena generasi hari ini selain dihadapkan dengan virus pandemi kita dihadapkan dengan perubahan baru yang disisilain kecanggihan-kecanggihan teknologi yang sebagai bahan untuk referensi belajar kita terutama untuk digital nativwe. Apa itu digital native ? Marc Prensky menciptakan istilah digital native pada tahun 2001, dan kemudian menguraikan konsepnya pada tahun 2009, pada kesempatan yang lain. Dia mengatakan digital native  adalah generasi muda yang semua “pembicara asli” dari bahasa digital komputer, video game dan internet. Digital native  adalah seorang individu yang lahir setelah adopsi teknologi digital. Istilah  digital native tidak mengacu pada generasi tertentu. Sebaliknya, itu adalah predikat yang diberikan untuk  semua kategori  anak-anak yang telah dewasa menggunakan teknologi seperti internet, komputer dan perangkat mobile. Pengungkapan teknologi ini  di tahun-tahun awal diyakini untuk memberikan digital native keakraban yang lebih besar pemahaman  pemahaman teknologi dari orang yang lahir sebelum itu meluas.

Dengan kata lain, mereka adalah generasi pertama yang tumbuh dengan teknologi baru, setelah menjalani seluruh hidup mereka dikelilingi oleh dan menggunakan alat-alat dan mainan dari era digital. E-mail, ponsel dan pesan instan tidak hanya bagian dari kehidupan mereka, tetapi merupakan bagian integral dari kehidupan mereka. digital native didefinisikan sebagai pemuda, berusia 15-24 inklusif, dengan lima tahun atau pengalaman lainnya menggunakan Internet, mobiles dan lainnya. Digital Native telah dikondisikan oleh lingkungan teknologi mereka untuk mengharapkan tanggapan langsung.Mereka lebih memilih akses non-linear acak untuk informasi (yaitu hyperlink), dan memiliki preferensi lebih untuk konten gambar berbasis teks.

Mudah-mudahan yang lahir untuk kelahiran sekarang bisa tumbuh dengan cepat terutama didaerah perkotaan atau dikampung-kampung sehingga teknologi ini bisa memberikan pembelajaran yang real untuk kehidupan sehari-hari dan menmbus batasan-batasan untuk tidak tahunya anak-anak kita untuk belajar secara mandiri lewat teknologi daring.


Comments

Popular Posts