Peran Ekonomi Digital di Indonesia
Di akhir bulan september ini saya menulis tentang betapa pentingnya peran ekonomi digital dijaman serba berinternet ini untuk menghadapi strategi dan sektor sosial untuk meratanya ekonomi indonesia pada tahun 2045 atau 100 tahun republik indonesia. Pada buku “Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia” oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Puslitbang Aptika dan IKP 2019 yang hanya akan tumbuh pada perubahan ekonomi pada 4 sektor saja, yaitu sektor finansial, kebudayaan, pariwisata, pertanian, agrologistik dan ekonomi kreatif.
Diprediksi
dari sekarang oleh organisasi lembaga internasional yang kredibel di indonesia
akan menjadi negara terbesar ke 4 atau ke 5 dan terkuat ekonominya di dunia. Bahkan
isu yang diangkat untuk hari ini dan harus diperjuangkan yaitu ada dua. Yang pertama
itu isu bonus demografi dan menyamaratakan ekonomi digital menjadi ekonomi
merata di indonesia.
Ekonomi
digital adalah ekonomi yang didorong oleh nilai tambah digital melewati
kreatifitas-kreatifitas manusianya untuk aktifitas online dengan banyaknya
transaksi maupun pertukaran data. Indonesia adalah salah satu negara yang
memiliki potensi besar untuk perkembangan ekonomi digital.
1. Indonesia diperkirakan memiliki pasar perdagangan online sebesar 5 miliar untuk perdagangan online formal, dan lebih dari 3 miliar untuk perdagangan online formal.
2. Indonesia diperkirakan memiliki 30 juta pembeli online pada tahun 2017 dengan total populasi sekitar 260 juta.
3. Pada tahun 2025, ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan menciptakan 3.7 juta pekerjaan tambahan.
4. Menghasilkan pertumbuhan pendapatan hingga 80% lebih tinggi untuk usaha kecil dan menengah (UKM).
5. Memberikan tambahan 2% per tahun dalam pertumbuhan PDB dengan meningkatkan tingkat penetrasi broadband dan penggunaan teknologi digital oleh UKM
Ekonomi
digital memang banyak sekali dampat (impact)
positifnya untuk menjadikan ekonomi indonesia tumbuh secara merata dengan tugas
kita sebagai rakyat dan terkhusunya pemerintah yang mampunyai kebijakan penuh (full policy) untuk mengawal sama-sama
indonesia lebih baik lagi untuk kedepannya.
Memang
pasti disisi lain banyak hambatan dan tantangan yang berlapis-lapis untuk bisa
optimis dalam menwujudkan ekonomi indonesia lebih baik lagi dengan cara bekerja
sama dan sama-sama kerja entah itu pada seluruh elemen masyarakatnya dan para
pemangku kepentingan beserta stockholder.
Inilah
beberapa penjelasan salah satu 4 sektor industry ekonomi yang berkembang untuk
kedepannya :
a. Finansial
Munculnya
beragam aplikasi digital sebagai alat pembayaran merupakan salah satu bukti
yang menunjukkan perkembangan sektor nansial di era ekonomi digital ini. Tidak
hanya sistem pembayaran aplikasi digital yang berkaitan dengan sistem pembiayaan
pun mulai banyak dikembangkan dan digunakan oleh masyarakat. Tidak heran, saat
ini, topik terkait nancial technology atau sering disebut sebagai fintech
menjadi salah satu topik yang sering dibahas oleh para pelaku ekonomi digital.
b. Kebudayaan/Pariwisata
Sektor
kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang
banyak memanfaatkan teknologi digital dalam inovasi produknya. Melalui platform
e-commerce banyak produk-produk hasil budaya dan kreatitas masyarakat lokal
Indonesia yang diperjual-belikan. Tidak hanya itu, teknologi digital pun
dimanfaatkan untuk membangun digital platform yang dapat dipakai untuk
mempromosikan pariwisata Indonesia. Aplikasi-aplikasi seperti Traveloka, Pegi-Pegi,
dan Tiket.com merupakan salah satu contoh dari bentuk inovasi dan perkembangan
sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif di era ekonomi digital saat
ini
c. Pertanian
Model
bisnis yang ada pada sektor pertanian, kedepannya, diperkirakan akan mengalami
perubahan atau akibat adopasi teknologi robotik dan internet of things (IoT)
yang dapat membawa sektor pertanian ke arah pertanian 4.0 (agriculture 4.0).
Jika pelaksana pertanian 4.0 sudah sepenuhnya terlaksana, maka hal tersebut
tidak hanya akan memberikan pengaruh pada produsen, tetapi juga pada konsumen. Konsumen
akan menjadi lebih dekat kepada petani, dengan menggunakan teknologi digital
proses transaksi produk pertanian dapat menjadi lebih cepat dan efektif. Selain
pada proses transaksi, pertanian 4.0 pun membuka peluang untuk teknologi 4.0
agar dapat dimanfaatkan untuk menguatkan produktivitas dan meningkatkan nilai
usaha pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, dan
kehutanan).
d. Agrologistik
Masih
berkaitan dengan sektor pertanian, salah satu sektor potensial yang dapat
berkembang dalam era ekonomi digital adalah sektor agrologistik. Sektor
agrologistik di era ekonomi digital menjadi hal yang sangat penting, karena
optimalisasi sektor agrologistik menggunakan teknologi digital dapat memotong
rantai pasok serta rantai nilai dalam sektor pertanian. Teknologi yang diperkirakan
akan digunakan untuk mengembangan sektor agrologistik adalah seperti automobile
atau drone, GPS tracking, dan unmanned technologi. Pemanfaatan teknologi 4.0 di
sektor agrologistik dirasa dapat menjaga kualitas produk pertanian dan juga
menambah nilai dari produk tersebut, sehingga produk pertanian akan siap untuk
masuk dalam .
Sementara
itu menurut Zimmerman ekonomi digital merupakan konsep yang sering digunakan
untuk menjelaskan dampak global terhadap pesatnya perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi yang berdampak pada kondisi sosial ekonomi, inovasi
dan kemajuan teknologi yang berdampak pada ekonomi makro maupun mikro. Sektor yang
dipengaruhi meliputi barang dan jasa saat pengembangan, produksi, penjualan
atau suplainya tergantung kepada sejauh mana teknologi digital menjangkaunya.
Mudah-mudahan
dengan adanya perubahan (shifting) teknologi
di indonesia tidak mengalami pesimis dan takut akan terjadinya distrupsi untuk
kedepannya. Harusnya kita terus optimis meskpiun tantangan itu berat dan sulit
dilakukan.

Comments
Post a Comment