Pandemi dan Situasi Disrupsi Teknologi
Sudah hampir menginjak
2 tahun kita berhadapan dengan situasi dan kondisi virus pandemi (covid19)
negara kita di indonesia. Tidak bisa dipungkiri virus pandemi ini banyak
berdampak merugikan bagi negara kita, sebetulnya bukan hanya negara kita sajak
yang terkena dampak hebat tetapi negara-negara lainpun sama halnya dengan kita
terkena dampak sedemikian rupa. Dampak yang paling poko yaitu terhadap
perekonomian negara karena dengan adanya virus pandemi menghantam gerak dari
mobilitas orang-orangpun jadi pasif untuk menjalankan distribusi uang dalam
bingkai ekonomi.
Bukan hanya dari sisi
ekonomi yang terkena imbasnya ada juga seperti di pendidikan, dunia kerja
tertutup dan harus mengambil langkah dan cara baru untuk bisa bekerja tidak
dengan banyak mobilitas. Pandemi ini sebetulnya hanyalah virus biasa tetapi
memang meskipun biasa harus berhati-hati kitapun untuk tetap menjadi kesehatan
dan keseimbangan kita dengan di berhentikannya gerak mobilisasi masyarakat kita
harus kerja atau beraktifitas menjadi diruang komputerisasi dengan alasan
karena pandemi.
Untungnya hadirnya
teknologi ini diciptakan untuk memudahkan banyak orang dalam hal pekerjaan,
komunikasi, tatap muka jarak jauh dan aktifitas-aktifitas lainnya untuk tetap
terus bekerja. Sikap pemerntah indonesia makan berbegai kebijakan darurat
dilakukan dengan silih berganti antara lockdown, PSBB, belajar dari rumah,
bekerja dari rumah, beribadah dari rumah.
Selain pandemi menerpa
kita semua ada juga tantangan berlanjut seperti disrupsi teknologi yang
perlahan-lahan mengikis kita dari konvensional menuju ke komputerisasi. Era 4.0
yang disruptif ditambah datangnya wabah covid-19 yang makin merumitkan banyak
hal menyadarkan kita semua bahwa inilah realitas zaman. Seberat apapun
tantangan yang ada itulah yang harus kita hadapi bersama. Meski situasi sulit
makin menghimpit dan energi hidup makin terkuras, mumpung belum habis maka
inilah saatnya menggunakan sisanya untuk bertawakkal kepada Allah SWT. Hampir
semua bidang kehidupan terpengaruh dengan munculnya covid-19 ini. Mungkin
inilah format lain dari seleksi alam yang sengaja digelar oleh Allah SWT untuk
menguji dan mengetahui mana hamba-Nya yang paling bertaqwa.
Setidaknya dimasa
pandemi ini kita harus bisa membaca peluang dengan dihadapkan tantangan
disrupsi digital juga terkait semua beraktifitas dan bekerja harus dilakukan
dengan menggunakan komputersasi dan handphone
lewat internet tetapi ada yang lebih berat dibanding orang-orang kelas menengah
dan atas untuk bisa mengakses masih bisa mengakses internet dan mediumnyapun
ada meskipun mediumnya ada (handphone, laptop, komputer) tetapi bila
internetnya tidak ada itu percuma juga untuk kita memberdayakannya, terus
bagaimana dengan kelas rendah yang ekonominya jauh untuk bisa samak haknya
setara dengan kelas menengah dan atas ?
Tantangannya cukup
sulit untuk menjawab ini karena banyak variabel masalah untuk dibenahi bukan
dari hulu saja (pusat/pemerintahan) tetapi dari hilir (masarakat bawah) nyapun
perlu diperbaiki terutama dalam bidang pendidikannya dan kitapun yang paling
susah mengedukasinya karena butuh ketelatenan dan kesabaran dengan mengawal hal
itu sehingga hal tersebut bisa benar-benar dibereskan, intinya manusianya dulu.
Semoga tulisan ini
bermanfaat bagi yang membacanya dan memberikan pengetahuan yang cukup untuk
supaya kita lebih berani lagi menghadapi tantangan di era disrupsi dan masa
pandemi ini.
Comments
Post a Comment