Teknologi Ruang Demokratisasi Bebas

Apakah kita tidak sadar akhir-akhir ini dengan adanya pergeseran fungsi dari teknologi itu sendiri apa. Kata dari teknologi tersebut berasal dari kata technologia (bahasa yunani) techno artinya “keahlian” dan logia “pengetahuan” kata ini berasal dari bahasa yunani ilmu yang mempelajari alat-alat. Kita seharusnya harus semakin sadar bukti bahwa teknologi hadir dalam kehidupan sehari-hari ini untuk apa dan bagaimana kita menggunakan alat-alat canggih tersebut.

Dahulu penemuan sejarang tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam berpergian dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk diantaranya mesin cetak, telepon pintar dan internet telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan baik.

Disisi lain teknologi ini mempunyai 2 sisi nilai yang pertama negatif dan positif tergantung siapa yang menggunakan medium tersebut dengan pilihan dan kesadarannya masing-masing memanfaatkan atau dimanfaatkan dengan tujuan negatif. Thomas Friedman salah satu jurnalis di amerika serikat berpendapat bahwa zaman globalisasi ditandai oleh demokratisasi teknologi, demokratisasi keuangan dan demokratisasi informasi teknologi juga memainkan peran penting dalam dua proses pertama mendorong terbukannya akses pengetahuan dan perangkat khusus dan yang kedua mengubah cara pandang permintaan masyarakat terhadap akses tersebut.

Ruang demokratisasiteknologi juga mengacu kepada proses tersebarnya teknologi secaa cepat sehingga dapat diakses oleh banyak orang bukan negara tetapi dunia. Disisi lain teknologipun merubah prilaku kebiasaan masyarakat mulai dari berwirausaha, berkomunikasi, berpromosi, berpolitik hingga bernegara sekaligus mengkeritik ketidak adilan ketika ada sekelompok orang yang ingin memninta didengar.

Mungkin contohnya dahulu mahasiswa mengkeritik lewat demonstrasi menyuarakan aspirasinya dengan turun ke jalan supaya didengan orang segelintir sipir negara. Sekarang mungkin mengkeritik dengan turun ke jalan sudah tidak laku lagi. Contohnya saat BEM UI kritik presiden dengan menggunakan kata “Jokowi The King of Lip Service” itu sangat mengundang perhatian di media sosial maupun dikanal micro blogging lainnya dalam keritikan tersebut jokowi sering mengobral janji-janjinya yang sebelum-sebelumnya janji-janjinyapun belum bisa dibuktikan dengan fakta.

Ada juga terjadinya foto rektor ITB Prof reini wirahadikusumah telah diperjual belikan dengan dijadikan aset digital dalam bentuk NFT (non-fungible token) diduga langkah tersebut dilakukan mahasiswa ITB sebagai salah satu bentuk protes didunia digital dan itu sempat viral di media sosial banyak protes-protes aksi kreatif di dunia digital. Memang secara hukum teknologi digital di indonesia besar tantangan sangat banyak celah untuk kerentanan nilai-nilai demokrasi mulai bergesar, makanya dari itu bukan hanya inovasi yang dikedepankan tetapi aturan hukum di dunia digital juga harus perlu dibereskan di indonesia.

Teknologi ini sebenarnya tergantung siapa penggunanya (user) untuk menjadikan alat dipergunakan kerugian untuk diri sendiri atau untuk manfaat orang lain itu pilihan. Dan ini harus terus diedukasi terutama ini tugas pemerintah dalam melaksanakan program-program yang bisa berguna dan bisa mengedukasi penggunaan alat teknologi ini, supaya bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya entah itu mengasah keterampilan kita atau meluas belikan usaha kita didunia daring itu semua pulihan.


Comments

Popular Posts